Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026: Ingatkan Hak Atas Tubuh dan Masa Depan Kaum Hawa

Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret, dokter ingatkan pentingnya perencanaan kehamilan.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 08 Maret 2026, 06:00 WIB
Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026, Ingatkan Hak Atas Tubuh dan Masa Depan Kaum Hawa. Foto: (Ade Nasihudin/ Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Hari Perempuan Internasional jatuh setiap 8 Maret. Lewat peringatan tersebut dokter medis Karen Denisa menyuarakan soal perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan.

Karen memandang bahwa perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kendali atas tubuh dan masa depannya. Salah satu bentuk kendali tersebut adalah kemampuan untuk merencanakan kehamilan secara sadar dan bertanggung jawab. Sebab perencanaan keluarga bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga hak reproduksi perempuan yang mendasar.

“Keputusan kapan hamil adalah bentuk kontrol perempuan atas tubuh dan masa depannya sendiri. Yang menjalani kehamilan, perubahan hormon, hingga risiko medis adalah perempuan itu sendiri,” ujar Karen mengutip keterangan pers, Minggu (8/3/2026).

“Perencanaan kehamilan memungkinkan ibu mempersiapkan kondisi fisik, status gizi, dan jarak kehamilan yang aman. Secara mental, kehamilan yang direncanakan membuat ibu lebih siap dan percaya diri. Ini bukan sekadar menunda kehamilan, tetapi hak reproduksi perempuan secara menyeluruh,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional tahun 2022, angka kehamilan tidak direncanakan di Indonesia berada pada kisaran 10,7—15,5 persen dari total kehamilan. Artinya, dari setiap sepuluh kehamilan, satu hingga dua di antaranya terjadi tanpa perencanaan matang.

Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu, serta kesejahteraan keluarga. Risiko medis seperti anemia, persalinan prematur, hingga berat badan lahir rendah menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, edukasi dan akses terhadap kontrasepsi menjadi semakin penting.

Fondasi Bangun Keluarga Sehat

Perencanaan keluarga adalah fondasi dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Kehamilan yang direncanakan memungkinkan perempuan mempersiapkan kondisi tubuh dan mental secara optimal.

Jarak kelahiran yang aman juga membantu mencegah komplikasi pada ibu dan bayi. Selain itu, kesiapan ekonomi dan dukungan keluarga turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Dengan demikian, perencanaan keluarga berkontribusi langsung terhadap masa depan bangsa.

“Dari sisi medis, kehamilan yang tidak direncanakan memiliki berbagai risiko. Risiko terbesarnya adalah kondisi ibu yang belum siap secara kesehatan maupun mental. Misalnya, ibu mengalami anemia atau masih dalam masa pemulihan pasca-persalinan sebelumnya,” kata Karen.

Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan janin, seperti meningkatkan risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah. Selain itu, ketidaksiapan mental dapat memicu stres hingga depresi pasca-persalinan. Karena itu, perencanaan keluarga sangat penting untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi.

Perlu Perluasan Akses Layanan Kesehatan

Guna mendukung kesehatan perempuan, maka perlu adanya perluasan akses layanan kesehatan. Hal ini termasuk akses penyediaan berbagai pilihan kontrasepsi hormonal oral berkualitas.

Akses yang merata terhadap kontrasepsi membantu perempuan menentukan waktu terbaik untuk memiliki anak.

“Langkah ini juga mendukung terciptanya keluarga yang lebih siap secara fisik, mental, dan ekonomi,” kata Medical Associate Manager PT Kalbe Farma Tbk itu.

Guna mendukung hal ini, pihak Karen memastikan distribusi produk kontrasepsi menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, kolaborasi dengan platform Instagram ShePlans juga dilakukan untuk memperluas edukasi tentang perencanaan keluarga. Platform ini menjadi ruang inklusif dan edukatif bagi perempuan untuk mendapatkan informasi yang tepat. Berbagai kampanye daring, edukasi luring, hingga diskusi bersama tenaga medis telah dilakukan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi stigma dan mitos seputar kontrasepsi. Edukasi yang komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri perempuan dalam mengambil keputusan.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terbaru

      Berita Terkini Selengkapnya