Melalui Secarik Surat ke Prabowo, FPI dan Rizieq Shihab Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace

Front Persaudaraan Islam (FPI) melalui Hanif Alatas menyerahkan surat ke Presiden Prabowo Subianto yang berisi permintaan agar Indonesia menarik diri dari BoP.

oleh Tim NewsDiterbitkan 06 Maret 2026, 07:25 WIB
Sekretaris Majelis Syura DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Hanif Alatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Merdeka.com/Nur Habibie).

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Majelis Syura DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Hanif Alatas mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto, di mana kehadirannya sebagai perwakilan Rizieq Shihab yang berhalangan hadir.

Pihak FPI pun sempat menyerahkan surat resmi ke Prabowo melalui salah satu menterinya, di mana meminta Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP).

"Bahwasanya kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP. Kenapa? Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tapi kita enggak percaya Amerika. Kita enggak percaya sama Israel," kata Hanif Alatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menjelaskan, keraguan tersebut didasarkan pada sejarah panjang pengkhianatan yang dilakukan oleh kedua negara tersebut. Menurutnya, track record buruk Amerika Serikat dan Israel selama ini menjadi alasan kuat mengapa Indonesia harus segera mengambil jarak dan keluar dari organisasi tersebut.

"Nabi-nabi aja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa. Jadi terlepas apa pun dari beliau sampaikan, kita sudah sampaikan ke Presiden tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP," ungkap Hanif Alatas.

Terkait desakan tersebut, presiden Prabowo sempat memberikan respons mengenai posisi Indonesia, di mana, langkah penarikan diri akan dilakukan jika keberadaan di BoP sudah tidak lagi membawa manfaat bagi perjuangan kemerdekaan Palestina maupun kepentingan nasional.

"Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, nggak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri," ungkapnya.

 

Amanat Rizieq Shihab

Selain masalah BoP, Hanif membawa amanat dari Rizieq Shihab agar Indonesia menunjukkan solidaritas lebih besar kepada Iran.

Ia meminta, Presiden menyampaikan bela sungkawa secara terbuka atas serangan yang menimpa kedaulatan negara sahabat tersebut, bukan hanya melalui perantara menteri.

"Ya jadi dan kita kira Iran butuh didukung dalam hal membela kedaulatannya. Dia sedang diserang, dia wilayah kedaulatannya ya sebagaimana kita pengen tidak ada penjajahan di atas muka bumi, saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk di-support," ucapnya.

Terakhir, FPI memperingatkan pemerintah soal wacana pengiriman pasukan ke Gaza. Pihaknya sangat menolak jika tentara Indonesia berada di bawah komando Amerika Serikat yang berisiko berkonfrontasi dengan pejuang Palestina seperti Hamas di lapangan.

"Tapi kalau dikirim ke Gaza di bawah komando Amerika lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza akhirnya konfrontasi, ini yang kami nggak mau," kata dia.

 

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya