Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha perhiasan asal India sekaligus miliarder, Joy Alukkas, memperkirakan harga emas dunia masih akan bergerak naik dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut dia, kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta berbagai ketegangan geopolitik yang terjadi di sejumlah kawasan.
Advertisement
Alukkas merupakan pendiri Joyalukkas Group, salah satu jaringan toko perhiasan keluarga terbesar di dunia.
Ia mengatakan konflik geopolitik, seperti serangan Amerika Serikat terhadap Iran serta serangan drone balasan yang sempat mengguncang Dubai, menjadi salah satu faktor yang mendorong minat investor terhadap emas.
“Ketika ada ketegangan di dunia, orang secara alami akan beralih ke emas sebagai tempat yang aman. Hal itu bisa mendorong harga naik selama beberapa hari,” ujar Joy Alukkas dalam wawancara di Dubai, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (6/3/2026).
Ia menilai selama kondisi ekonomi global dan geopolitik belum menunjukkan perbaikan signifikan, harga emas kemungkinan besar akan tetap bergerak naik.
“Dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, kecuali ada perbaikan nyata dalam kondisi global, khususnya terkait ekonomi Amerika Serikat dan geopolitik dunia, saya tidak melihat koreksi harga yang berarti. Mungkin ada penurunan sesekali, tetapi arah utamanya masih naik,” katanya.
Harga Emas Naik Tajam dalam Setahun
Komentar Alukkas mencerminkan pandangan sebagian pelaku industri emas yang melihat tren kenaikan harga logam mulia masih berlanjut.
Dalam satu tahun terakhir, harga emas tercatat melonjak lebih dari 75 persen hingga menembus level USD 5.000 per ons, bahkan sempat mencetak rekor baru pada Januari lalu.
Alukkas yang kini berusia 69 tahun mengungkapkan jaringan bisnisnya memiliki hampir 200 toko yang tersebar di Uni Emirat Arab, India, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lainnya.
Seluruh jaringan tersebut memiliki persediaan emas sekitar 16.000 kilogram, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan.
Menurut dia, kenaikan harga emas secara langsung meningkatkan nilai stok emas yang dimiliki perusahaan.
“Ketika harga emas naik, nilai stok kami juga meningkat, terutama karena sebagian persediaan sudah disimpan selama puluhan tahun,” kata Alukkas.
Meski demikian, kenaikan harga emas juga menimbulkan tantangan baru bagi perusahaan.
Harga Emas Tinggi Dorong Kenaikan Modal Usaha
Joy Alukkas menjelaskan bahwa kenaikan harga emas membuat kebutuhan modal kerja perusahaan ikut meningkat.
Hal ini terjadi karena perusahaan harus membeli kembali stok emas dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
“Modal kerja meningkat, dan setiap kali mengisi kembali stok, biayanya menjadi lebih mahal,” ujar pengusaha yang memiliki kekayaan sekitar USD 5,8 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index.
Namun, menurut Alukkas, satu peristiwa regional saja biasanya tidak cukup untuk mendorong harga emas naik secara drastis dalam jangka panjang.
Ia menilai pergerakan harga emas lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global seperti suku bunga di Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, inflasi, serta tingkat kepercayaan investor global.
Serangan drone yang terjadi di Dubai juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi di kota tersebut.
Beberapa sekolah sempat ditutup, banyak pekerja diminta bekerja dari rumah, dan komunitas ekspatriat yang tinggal di Dubai menjadi lebih waspada.
Permintaan Investasi Emas dan Perak Meningkat
Meski kondisi global tidak menentu, Alukkas mengatakan permintaan emas untuk kebutuhan tradisional masih tetap kuat.
Sebagian besar pelanggan Joyalukkas berasal dari komunitas India yang membeli perhiasan untuk pernikahan, festival keagamaan, hingga perayaan keluarga.
Namun kenaikan harga emas membuat daya beli konsumen sedikit tertekan sehingga produk dengan bobot lebih ringan kini semakin diminati.
Selain emas, tren baru juga muncul dalam investasi logam mulia.
Alukkas mengatakan semakin banyak pelanggan yang membeli perak dalam bentuk batangan kecil seberat 10 gram dan 50 gram sebagai instrumen investasi.
Sebelumnya, Joyalukkas lebih banyak menjual perhiasan perak dekoratif seperti gelang kaki dan rantai pinggang.
Joy Alukkas sendiri mulai membantu bisnis ayahnya sejak usia 16 tahun. Toko perhiasan keluarga tersebut pertama kali didirikan oleh ayahnya, Alukka Joseph Varghese, di Kerala, India, sekitar 70 tahun lalu.
Punya 178 Showroom di 12 Negara
Pada akhir 1980-an, Joy Alukkas memimpin ekspansi internasional perusahaan dengan membuka showroom pertama di luar negeri, yaitu di Uni Emirat Arab.
Saat ini, Joyalukkas Group memiliki sekitar 178 showroom di 12 negara, termasuk Amerika Serikat.
Perusahaan juga berencana memperluas jaringan toko di Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Kanada dalam beberapa tahun mendatang.
Alukkas tetap optimistis terhadap masa depan emas.
“Kami percaya dalam jangka panjang harga emas hanya akan bergerak ke satu arah, dan kami tidak percaya pada strategi lindung nilai,” ujarnya.