Pemecatan Ruben Amorim di Manchester United Terungkap, Ada Klub Portugal Mengincarnya

Mantan manajer Manchester United Ruben Amorim jadi kandidat utama untuk mengambil alih Benfica jika Jose Mourinho meninggalkan klub setelah Piala Dunia 2026.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 05 Maret 2026, 08:30 WIB
Pelatih Ruben Amorim yang didatangkan untuk menggantikan posisi Erik ten Hag pada November 2024 lalu gagal memperbaiki performa The Red Devils di kancah domestik. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim dilaporkan menerima pesangon sekitar 10 juta pounds setelah pemecatannya dari Manchester United. Itu berarti dia memiliki waktu untuk merencanakan langkah selanjutnya.

Menurut media Brasil supervasco.com, pelatih asal Portugal itu sedang diincar untuk menjadi manajer lagi. Dia diharapkan mau mengambil alih posisi di klub raksasa Brasil, Vasco da Gama.

Vasco memenangkan gelar Copa Libertadores pada tahun 1998 dan menjadi runner-up di Piala Dunia Antarklub perdana yang diadakan pada tahun 2000, tetapi kurang sukses dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, ESPN melaporkan bahwa Amorim adalah kandidat utama untuk mengambil alih Benfica jika Jose Mourinho meninggalkan klub setelah Piala Dunia 2026 untuk melatih tim nasional Portugal untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Sebelumnya, mantan asisten manajer Amorim di MU angkat bicara tentang pemecatan pelatih asal Portugal itu. Amorim dipecat oleh United pada 5 Januari, sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan rival berat Leeds di Elland Road.


Sindir Direktur Sepak Bola MU

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Dalam konferensi pers pasca pertandingan terakhirnya, Amorim mengatakan bahwa ia bergabung dengan United untuk menjadi 'manajer, bukan pelatih' - yang tampaknya merupakan sindiran kepada direktur sepak bola Jason Wilcox.

The Guardian melaporkan bahwa pria berusia 41 tahun itu berharap United akan mendukungnya di bursa transfer Januari jika ada target potensial yang tersedia, sebelum situasinya berubah.

Pada saat pemecatannya, Amorim hanya memenangkan 24 dari 63 pertandingan yang dipimpinnya di klub tersebut - memberinya rasio kemenangan terendah ketiga dari semua manajer tetap dalam sejarah United.


Manchester United Berada di Posisi Ketiga

Tim racikan pelatih Ruben Amorim sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pada laga Boxing Day kali ini. Tampak dalam foto, striker Manchester United asal Slovenia, Benjamin Sesko (tengah) mencoba melewati adangan dua pemain Newcastle United pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, pada 26 Desember 2025 waktu setempat atau Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (Darren Staples/AFP)

Sejak Michael Carrick mengambil alih sementara klub sebagai pengganti Amorim, mereka telah naik ke posisi ketiga setelah serangkaian kemenangan luar biasa, enam kemenangan dalam tujuh pertandingan.

Daily Mail mengklaim bulan lalu, melalui 'sumber terpercaya di Portugal', bahwa Amorim tidak akan membahas kepergiannya dari United hingga akhir musim agar tidak mengganggu upaya mereka untuk lolos ke Liga Champions.

Namun, salah satu asisten pelatihnya, Adelio Candido, kini angkat bicara dalam sebuah wawancara baru dengan media Portugal, A Bola.


Ide-ide Tak Pernah Dipenuhi

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, bereaksi di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Rabu (31-12-2025) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Pria berusia 29 tahun itu, yang pernah menjadi asisten Amorim di Braga dan Sporting sebelum bergabung dengannya di United, mengklaim bahwa staf pelatih memiliki 'perasaan bahwa ide-ide kami tidak sepenuhnya diterapkan' saat berada di Old Trafford.

"Pengalaman selalu tetap pengalaman, baik hasilnya baik atau buruk, kita selalu mendapatkan pelajaran," kata Candido.

"Di Manchester, saya sangat menyukai kota itu dan cara para penggemar menikmati sepak bola, lebih fokus pada proyek daripada hasil langsung. Yang paling tidak saya sukai adalah, tanpa ragu, perasaan bahwa ide-ide kami tidak sepenuhnya diimplementasikan, ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya