Anggota DPD Dayat El Soroti Strategi Medsos BNN Kalsel: Jangan Kalah dengan Konten Negatif

Anggota DPD mendorong agar BNN Kalsel lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan edukasi dan pencegahan.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 03 Maret 2026, 23:49 WIB
Anggota DPD Dayat El di kantor BNN Kalsel

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari dapil Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Hidayattollah yang akrab disapa Dayat El menyoroti pentingnya penguatan kampanye bahaya narkoba di era digital. Ia mendorong agar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalsel lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan edukasi dan pencegahan.

“Sekarang eranya Gen Z. Sosial media harus sering-sering di-up dengan konten edukasi soal bahaya narkoba. Jangan kalah narasi dengan konten negatif. Kita harus masuk ke ruang digital anak muda,” kata Dayat El di kantor BNN Kalsel, Selasa (3/3/2026). Dikutip dari keterangan tertulis kepada wartawan.

Sebagai figur anak muda yang Kompeten, dia turut menggandeng unsur generasi muda dari perwakilan Gekrafs Banjarmasin serta Nanang Galuh Kota Banjarmasin untuk ikut memberikan perspektif anak muda dalam upaya pencegahan narkoba.

Menurut Dayat El, kolaborasi lintas sektor, antara lembaga negara, komunitas kreatif, dan duta generasi muda, menjadi kunci dalam membangun gerakan bersama melawan narkoba di Kalimantan Selatan.

“Kita ingin gerakan ini tidak hanya formalitas, tapi menjadi gerakan kolektif. Pemerintah, komunitas, dan anak muda harus berdiri di barisan yang sama,” ujar anggota Komite 1 DPD tersebut.

selain itu, isu strategis yang mengemuka adalah keberadaan kantor BNN Kalsel yang saat ini masih berada di Banjarmasin.

Menurut dia, dengan telah ditetapkannya Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, sudah semestinya kantor instansi vertikal tingkat provinsi, termasuk BNN, juga menyesuaikan keberadaannya.

“Ini bagian dari aspirasi yang ulun serap. Secara tata kelola pemerintahan, idealnya kantor BNN Provinsi sudah berada di Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi. Hal ini penting untuk efektivitas koordinasi dan simbol keseriusan penataan pemerintahan,” pungkasnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya