Liputan6.com, Jakarta - Jurrien Timber mengakui bahwa atmosfer tegang mulai terasa di dalam Emirates Stadium ketika perburuan gelar Liga Inggris memasuki fase penentuan. Ia menyebut para pemain Arsenal bisa merasakan kecemasan dari tribun saat pertandingan berjalan semakin menegangkan.
Pengakuan itu disampaikan Timber setelah Arsenal meraih kemenangan 2-1 atas Chelsea pada Minggu lalu. Hasil tersebut memperlebar jarak The Gunners di puncak klasemen menjadi lima poin.
Advertisement
Namun, meski unggul jumlah pemain dalam 20 menit terakhir, Arsenal justru sempat kehilangan kontrol permainan dan membuat laga berakhir dengan tensi tinggi.
Momentum yang Nyaris Terganggu
Menurut Timber, Arsenal sempat berhenti memainkan sepak bola terbaiknya saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. Padahal, mereka tampil dominan di babak pertama dan seharusnya sudah bisa mengunci keunggulan lebih nyaman.
“Di akhir laga, tentu Anda bisa merasakannya. Kami sedikit berhenti bermain, dan itu sebenarnya tidak perlu, apalagi saat unggul jumlah pemain,” ujar Timber.
Situasi tersebut, kata dia, bukan kali pertama terjadi musim ini. Arsenal beberapa kali kesulitan menjaga ketenangan saat laga memasuki fase krusial. Meski dalam beberapa kesempatan mereka mampu melewatinya, ada pula momen ketika tekanan justru berujung pada hasil yang tidak maksimal.
“Kami harus membicarakan ini bersama. Anda sudah mengeluarkan banyak energi, bermain sangat baik, terutama di babak pertama, dan seharusnya bisa unggul 1-0 atau 2-0 lebih cepat. Tapi hal-hal seperti ini bisa terjadi, apalagi melawan tim bagus seperti Chelsea,” lanjutnya.
Diskusi Internal Jadi Agenda Penting
Skuad Arsenal dijadwalkan menggelar pembahasan internal pekan ini untuk mencari solusi menghadapi situasi-situasi menegangkan di lapangan. Timber menilai penting bagi tim untuk memahami dinamika emosi, baik dari dalam tim maupun dari atmosfer stadion.
“Kecemasan itu nyata. Anda bisa merasakan energi dari stadion, dari para suporter. Itu bagian dari permainan. Yang terpenting adalah bagaimana kami meresponsnya,” tegas pemain asal Belanda tersebut.
Langkah evaluasi ini dinilai krusial karena Arsenal kini hanya menyisakan sembilan pertandingan liga. Mereka akan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion tengah pekan ini, sebelum memasuki rangkaian laga berat berikutnya.