Update Maskapai yang Kembali Beroperasi dari UEA, Penumpang Dilarang ke Bandara Kecuali Dikonfirmasi

Sejumlah maskapai yang berbasis di UEA mengoperasikan kembali layanan penerbangan secara terbatas. Apa saja itu?

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 03 Maret 2026, 07:00 WIB
Petugas tanggap darurat berkumpul di luar pesawat setelah sekitar 100 penumpang Emirates Airline dilaporkan sakit di Bandara Kennedy New York, Rabu (5/9). Pesawat dari Dubai ke New York itu dikarantina dan dipantau polisi kontra-terorisme. (WABC 7 via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ketidakpastian akan situasi di Timur Tengah, sejumlah maskapai mulai beroperasi kembali dari Uni Emirat Arab (UEA). Emirates, Etihad, dan flydubai secara bertahap melanjutkan layanan mereka mulai Senin malam, 2 Maret 2026. Itu pun dengan pengecualian.

Mengutip Gulf News, Selasa (3/3/3036), Emirates mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas pada Senin malam, 2 Maret 2026. Layanan akan diprioritaskan untuk pelanggan dengan pemesanan lebih awal.

Mereka mencatat bahwa calon penumpang yang memesan ulang untuk melakukan perjalanan dengan penerbangan terbatas itu akan dihubungi langsung. Maskapai mendesak para penumpangnya untuk tidak pergi ke bandara kecuali telah diberitahu dengan detail penerbangan yang telah dikonfirmasi.

Sementara, Etihad Airways melanjutkan beberapa operasi penerbangan terbatas dari Abu Dhabi, tetapi semua layanan komersial terjadwal masih dibatalkan atau ditunda.

"Beberapa penerbangan reposisi, kargo, dan repatriasi dapat beroperasi dalam koordinasi dengan otoritas UEA dan tunduk pada persetujuan operasional dan keselamatan yang ketat," bunyi pernyataan mereka.

Maskapai flydubai mengumumkan rencana mengoperasikan sejumlah penerbangan secara terbatas mulai Senin malam, 2 Maret 2026. Namun, penumpang diminta memperbarui detail kontak mereka melalui Kelola Pemesanan Anda dan memeriksa status penerbangan sebelum pergi ke bandara.

Maskapai UEA lainnya, Air Arabia, menyatakan menangguhkan semua penerbangan ke dan dari UEA hingga Selasa, 3 Maret 2026, pukul 15.00 (waktu UEA). Penerbangan ke Lebanon, Yordania, Suriah, dan Irak ditangguhkan hingga 4 Maret 2026.

"Tim kami terus aktif memantau situasi yang berkembang. Keselamatan penumpang dan awak kami tetap menjadi prioritas utama kami," kata maskapai itu.

Maskapai Saudia Tangguhkan Penerbangan

Jemaah haji Indonesia 2024 tiba di Tanah Air dengan menaiki pesawat Saudia Airlanies. (Foto: Humas Kemenag)

Maskapai Saudia juga mengonfirmasi bahwa penerbangan ke dan dari Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar akan tetap dibatalkan di tengah perkembangan regional yang sedang berlangsung. Maskapai tersebut mengatakan penangguhan diperpanjang hingga Rabu, 4 Maret 2026, pukul 23.59 GMT.

Dalam sebuah pernyataan, Saudia mengatakan penumpang yang terdampak diberitahukan secara langsung dan disarankan untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum menuju bandara. Maskapai tersebut menekankan bahwa keselamatan penumpang dan awaknya tetap menjadi prioritas utama, menambahkan bahwa pembaruan lebih lanjut akan diberikan jika diperlukan.

Di sisi lain, Bandara Internasional Dubai mengonfirmasi bahwa mereka kembali beroperasi secara terbatas mulai Senin malam, 2 Maret 2026. Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Kantor Media Pemerintah Dubai, sejumlah kecil penerbangan akan diizinkan beroperasi dari Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Dubai World Central - Al Maktoum (DWC).

 

Bandara-bandara di UEA Mulai Beroperasi Secara Terbatas

Pembatalan rute penerbangan tersebut imbas penutupan wilayah udara di sebagian wilayah Timur Tengah. Tampak foto menunjukkan suasana area check-in di Bandara Heathrow, London pada Minggu 1 Maret 2026. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Otoritas Bandara Internasional Sharjah juga mengumumkan dimulainya kembali penerbangan secara terbatas per kemarin. Dalam pernyataan yang dimuat oleh Biro Media Sharjah, otoritas tersebut mengatakan langkah ini akan dilakukan sesuai jadwal operasional yang telah ditentukan dan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan entitas terkait.

Bandara Abu Dhabi mengonfirmasi pada Senin, 2 Maret 2026, sebagian operasional telah dilanjutkan sejak 2 Maret 2026, berkoordinasi dengan otoritas terkait dan mitra maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan dan bandara mengatakan pembaruan lebih lanjut akan dibagikan seiring tersedianya informasi lebih lanjut.

Tapi, Bandara Internasional Ras Al Khaimah masih menangguhkan operasional penerbangan ditangguhkan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penumpang disarankan untuk tidak pergi ke bandara dan tetap berhubungan dengan maskapai penerbangan mereka.

 

Insiden di Bandara Dubai dan Abu Dhabi

Kondisi ini diberlakukan hingga situasi wilayah udara kembali dinyatakan aman. Tampak dalam foto, seorang penumpang duduk di atas kopernya di bagian kosong area check-in di Bandara Heathrow, London pada Minggu 1 Maret 2026. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Sebelumnya, Bandara Abu Dhabi mengumumkan bahwa otoritas yang berwenang di Emirat Abu Dhabi telah menangani insiden yang diakibatkan oleh pencegatan drone yang menargetkan Bandara Internasional Zayed. Hal itu menyebabkan jatuhnya puing-puing yang mengakibatkan satu warga negara Asia meninggal dunia dan tujuh orang terluka.

Pihak Bandara Abu Dhabi mendesak masyarakat untuk tidak menyebarkan rumor atau informasi yang tidak akurat, menekankan perlunya mendapatkan berita hanya dari sumber resmi, dan menegaskan bahwa setiap perkembangan akan diumumkan segera setelah diterima.

Insiden serupa juga dikonfirmasi oleh Bandara Dubai. Pihak bandara menyatakan insiden yang  terjadi di Bandara Internasional Dubai (DXB) beberapa saat yang lalu mengakibatkan empat orang terluka, menurut Kantor Media Dubai.

Tim tanggap darurat segera diaktifkan dan sedang menangani situasi tersebut berkoordinasi dengan otoritas terkait. Korban yang terluka menerima bantuan medis darurat yang diperlukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya