Musaharati, Sang Pengingat Waktu Sahur Sejak Era Abbasiyah

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 03 Maret 2026, 12:00 WIB
Musaharati, Sang Pengingat Waktu Sahur
Musaharati merupakan tradisi kuno Ramadan di negara-negara Arab, Palestina, Mesir, dan lainnya. Musaharati merupakan sebutan untuk petugas yang berkeliling permukiman menabuh genderang atau drum untuk membangunkan warga sahur saat bulan suci Ramadan. Tradisi yang berlangsung sejak era Abbasiyah ini menjadi simbol kepedulian sosial, sering kali menyerukan doa atau nama warga, sekaligus menjaga suasana Ramadan tetap khidmat. Dulu, petugas ini ditunjuk secara resmi untuk memastikan tidak ada warga yang melewatkan sahur. Saat ini, meski teknologi seperti alarm sudah umum digunakan, Musaharati tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang mempererat hubungan warga.
Dalal, seorang wanita Mesir yang dikenal sebagai 'musaharati', berjalan di sepanjang jalan sambil memukul gendang dan menyerukan umat Muslim untuk bangun dan makan sahur selama bulan suci Ramadan di distrik Hadayek el-Maadi, selatan Kairo pada Minggu 1 Maret 2026. Musaharati merupakan tradisi kuno Ramadan di negara-negara Arab, Palestina, Mesir, dan lainnya. (Khaled DESOUKI/AFP)
Musaharati merupakan sebutan untuk petugas yang berkeliling permukiman menabuh genderang atau drum untuk membangunkan warga sahur saat bulan suci Ramadan. Tampa dalam foto, Dalal, seorang wanita Mesir 'musaharati', berdiri di depan grafiti yang menggambarkan bendera Palestina di sepanjang jalan sambil memukul gendang dan menyerukan umat Muslim untuk bangun dan makan sahur selama bulan suci Ramadan di distrik Hadayek el-Maadi, selatan Kairo pada Minggu 1 Maret 2026. (Khaled DESOUKI/AFP)
Tradisi yang berlangsung sejak era Abbasiyah ini menjadi simbol kepedulian sosial, sering kali menyerukan doa atau nama warga, sekaligus menjaga suasana Ramadan tetap khidmat. Tampak dalam foto, Dalal, seorang wanita Mesir yang dikenal sebagai 'musaharati', berjalan di sepanjang jalan sambil memukul gendang dan menyerukan umat Muslim untuk bangun dan makan sahur selama bulan suci Ramadan di distrik Hadayek el-Maadi, selatan Kairo pada Minggu 1 Maret 2026. (Khaled DESOUKI/AFP)
Dulu, petugas ini ditunjuk secara resmi untuk memastikan tidak ada warga yang melewatkan sahur. Tampak dalam foto, Dalal, seorang wanita Mesir 'musaharati', berdiri di depan grafiti yang menggambarkan bendera Palestina di sepanjang jalan sambil memukul gendang dan menyerukan umat Muslim untuk bangun dan makan sahur selama bulan suci Ramadan di distrik Hadayek el-Maadi, selatan Kairo pada Minggu 1 Maret 2026. (Khaled DESOUKI/AFP)
Saat ini, meski teknologi seperti alarm sudah umum digunakan, Musaharati tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang mempererat hubungan warga. Tampak dalam foto, Dalal, seorang wanita Mesir 'musaharati', berdiri di depan grafiti yang menggambarkan bendera Palestina di sepanjang jalan sambil memukul gendang dan menyerukan umat Muslim untuk bangun dan makan sahur selama bulan suci Ramadan di distrik Hadayek el-Maadi, selatan Kairo pada Minggu 1 Maret 2026. (Khaled DESOUKI/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya