Cerita Kemenangan Arsenal Lawan Chelsea dan Momen yang Bikin Mikel Arteta 'Henti Jantung'

Mikel Arteta mengaku hampir mengalami henti jantung saat David Raya melakukan penyelamatan krusial di menit akhir laga Arsenal vs Chelsea di Premier League.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 02 Maret 2026, 16:01 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Laga pekan ke-28 Premier League antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (1/3) dini hari WIB, berlangsung dalam tensi tinggi hingga detik terakhir.

Arsenal menang 2-1, tetapi kemenangan itu jauh dari kata nyaman. The Gunners sempat dibuat tegang oleh tekanan Chelsea pada menit-menit akhir pertandingan.

Sorotan utama tertuju pada David Raya. Sang kiper tampil sebagai penentu hasil lewat penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan Arsenal tetap utuh.

Pelatih Mikel Arteta pun mengakui momen tersebut sangat menguras emosi. Ia bahkan menyebut jantungnya nyaris berhenti saat melihat situasi genting di depan gawang timnya.


Gol Sudut, Kartu Merah, dan Tekanan Akhir

Dua gol Arsenal dicetak oleh William Saliba (21') dan Jurrien Timber (66'). Sementara satu gol Chelsea dilesatkan didapatkan dari gol bunuh diri Piero Hincapei pada menit ke-45+2. (AP Photo/Alastair Grant)

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Ketiga gol yang tercipta berasal dari situasi bola mati, menegaskan betapa detail kecil sangat menentukan laga ini.

Gol kemenangan Arsenal dicetak Jurrien Timber lewat sundulan hasil umpan Declan Rice dari sepak pojok. Momen itu menjadi pembeda di tengah permainan yang seimbang.

Situasi Chelsea semakin sulit setelah Pedro Neto menerima kartu merah. Ia diganjar dua kartu kuning dalam rentang waktu tiga menit, membuat The Blues harus bermain dengan sepuluh pemain.

Namun, meski unggul jumlah pemain, Arsenal tidak sepenuhnya mendominasi. Chelsea tetap mampu menekan dan menciptakan kepanikan di lini belakang tuan rumah hingga menit-menit akhir.


David Raya jadi Penyelamat bagi Mikel Arteta

Striker Chelsea asal Brasil bernomor punggung 20, Joao Pedro (ke-4 dari kanan), menyundul bola di depan gawang yang berhasil diselamatkan oleh kiper Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 1, David Raya (ke-3 dari kiri), selama pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates di London pada 1 Maret 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Di fase krusial tersebut, Raya tampil menentukan. Ia lebih dulu menggagalkan peluang Jorrel Hato, sebelum kembali diuji dalam situasi berbahaya lainnya.

Tekanan memuncak saat umpan silang Alejandro Garnacho mengarah ke kotak penalti. Raya menepis bola melebar, lalu melakukan penyelamatan spektakuler atas peluang Joao Pedro, meski sang penyerang berada dalam posisi offside.

"David adalah salah satu pemimpin kami tanpa diragukan lagi. Dia adalah seorang kiper yang tahu bagaimana menjaga fokusnya dan menentukan hasil pertandingan saat dibutuhkan," kata Arteta.

"Terkadang dia sama sekali tidak terlibat, lalu tiba-tiba dia harus bertindak dan penyelamatan yang dia lakukan di aksi terakhir. Itu adalah tembakan yang luar biasa dan jantungku hampir berhenti berdetak, tetapi dia berhasil menepisnya lagi."

Sumber: FotMob

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya