Mudik Lancar, Jalan Nasional di Jawa Timur Sudah Mulus H-10 Lebaran 2026

Seluruh perbaikan jalan nasional di Jawa Timur ditargetkan tuntas paling lambat H-10 Lebaran 2026 untuk memperlancar arus mudik.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 05 Maret 2026, 13:00 WIB
Seluruh perbaikan jalan nasional di Jawa Timur ditargetkan tuntas paling lambat H-10 Lebaran 2026 untuk memperlancar arus mudik.(Dok. Kementerian PU)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan seluruh perbaikan jalan nasional di wilayah Jawa Timur tuntas paling lambat H-10 Lebaran 2026. Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 2026.

Dody mengatakan, berbagai langkah percepatan perbaikan dan peningkatan kemantapan jalan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama periode puncak pergerakan masyarakat.

"Seluruh perbaikan jalan nasional harus sudah selesai maksimal H-10 Lebaran. Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua," ujar dia dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/3/2026).

Total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261,68 km yang tersebar dalam 358 ruas, serta didukung 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter. Secara umum, mayoritas ruas berada dalam kategori baik dan sedang dengan tingkat kemantapan di atas 80 persen.

Hingga saat ini, sebanyak 13.306 titik lubang telah tertangani dari total 14.132 titik yang terdata, menyisakan 826 titik dalam proses penyelesaian. Penanganan marka jalan juga terus dipercepat guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjelang mudik.

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali juga telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, antara lain pada ruas batas Kota Bangkalan–Kabupaten Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi.

 

Lokasi Rawan Banjir dan Longsor

Jalan Nasional Lintas Selatan (JLS) ruas Perkebunan Cikukun, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Barat, diidentifikasi rawan longsor. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo S)

Pada lokasi tersebut dilakukan penguatan pengawasan, penambahan rambu peringatan, serta koordinasi intensif bersama kepolisian dan instansi terkait guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah lokasi rawan bencana banjir dan longsor turut menjadi perhatian. Mulai dari ruas Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta ruas perbatasan Kabupaten Malang–Kota Lumajang, termasuk di segmen Turen Km 54+500 s.d. Km 60+150.

"Personel dan peralatan telah disiagakan untuk memastikan respon cepat apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem," imbuh Dody.

 

Posko Jalur Lebaran

BBPJN Jawa Timur–Bali juga menyiapkan posko jalur Lebaran di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur sebagai pusat pemantauan dan koordinasi terpadu.

"Dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga," tutur dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya