Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa

Jenazah Try Sutrisno tiba di masjid sekitar pukul 11.17 WIB.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 02 Maret 2026, 12:46 WIB
Jenazah Try Sutrisno Tiba di Masjid Sunda Kelapa (Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa sebelum dimakamkan di TMP Kalibata pada Senin (2/3/2026). Jenazah tiba di masjid sekitar pukul 11.17 WIB.

Pantauan di lokasi, peti berisi jenazah Try Sutrisno dibawa ke aula untuk disemayamkan sambil menunggu salat Zuhur.

BACA JUGA: Kejutan Prabowo Panggil Eks Ajudan yang Jadi Tangan Kanan Try Sutrisno Sudah 16 Tahun

Sejumlah tokoh ikut mengantar di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Sebelumnya, almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Purwakarta Nomor 2, Menteng, Jakpus.

Dari sana, jenazah diberangkatkan ke masjid. Prosesi pelepasan di Masjid Sunda Kelapa dipimpin Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

“Di sini nanti pelepasannya dipimpin Panglima dan Kepala BPIP,” kata Yudian

Untuk upacara di TMP Kalibata, informasi sementara akan dipimpin Wakil Presiden, Gibran Raka Buming Raka.

“Untuk di Kalibata, yang saya dengar Pak Wapres,” ujar dia.

Jejak Perjalanan Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Dia adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia keenam dari tahun 1993 hingga 1998.

Dia berasal dari keluarga sederhana dan sejak muda menunjukkan minat yang besar pada dunia militer. Kariernya yang gemilang di TNI dan politik menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Awal karier Try Sutrisno dimulai dengan berpartisipasi dalam penumpasan pemberontakan PRRI pada tahun 1957. Dia kemudian menjabat berbagai posisi penting di TNI AD, termasuk Kepala Staf Kodam XVI/Udayana dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya.

Puncak karier militernya dicapai ketika dia menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari tahun 1988 hingga 1993, di mana dia berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan negara.

Pada tahun 1993, Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden Indonesia mendampingi Presiden Soeharto. Jabatan ini berlangsung hingga tahun 1998, di mana ia memiliki pengalaman yang berharga sebagai ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun sebelumnya.

Meskipun ada anggapan bahwa daia hanya berfungsi sebagai "ban serep", Try memiliki peran penting dalam pemerintahan. Setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno terpilih sebagai Ketua Pepabri dari tahun 1998 hingga 2003.

Dia berhasil menyatukan berbagai cabang angkatan bersenjata di bawah satu organisasi, menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai sesepuh partai untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya