Harga Emas Pegadaian Meroket di Awal Maret 2026: UBS Tembus Rp 3,1 Juta!

Mengawali Maret 2026, harga emas Pegadaian terpantau naik tajam. Emas jenis UBS kini dibanderol Rp 3.123.000 per gram.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Maret 2026, 18:00 WIB
Berdasar situs resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam kembali naik hari ini, Kamis (16/10/2025), ke harga Rp2.648.000 per gram. (Juni KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) naik tajam pada perdagangan di awal Maret ini. Kenaikan harga emas Pegadaian ini untuk jenis UBS maupun Galeri24. 

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, Minggu (1/3/2026), Harga emas Pegadaian untuk jenis UBS dipatok Rp 3.123.000 per gram dan Galeri24 dijual Rp 3.092.000 per gram.Angka ini meroket dari harga Sabtu kemarin, dengan emas UBS dibanderol Rp 3.080.000 per gram, dan Galeri24 Rp 3.065.000 per gram.

Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.622.000
  • ‎1 gram: Rp 3.092.000.
  • ‎2 gram: Rp 6.109.000
  • ‎5 gram: Rp 15.161.000
  • ‎10 gram: Rp 30.241.000
  • ‎25 gram: Rp 75.197.000
  • ‎50 gram: Rp 150.275.000
  • ‎100 gram: Rp 300.400.000
  • ‎250 gram: Rp 749.156.000
  • ‎500 gram: Rp 1.498.310.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.996.619.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.688.000
  • ‎1 gram: Rp 3.123.000
  • ‎2 gram: Rp 6.197.000
  • ‎5 gram: Rp 15.312.000
  • 10 gram: Rp 30.463.000
  • ‎25 gram: Rp 76.008.000
  • ‎50 gram: Rp 151.705.000
  • ‎100 gram: Rp 303.289.000
  • 250 gram: Rp 757.998.000
  • ‎500 gram: Rp 1.514.217.000.

Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Tembus USD 6.000

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Harga emas dunia pada Maret diperkirakan bisa menembus USD 6.000 per troy ounce jika konflik Timur Tengah terus memanas. Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan pre-emptif terhadap Iran.

Analis komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, kombinasi faktor geopolitik dan moneter mendorong lonjakan tajam logam mulia. Eskalasi perang di Timur Tengah menjadi pemicu utama.

Serangan antara Israel dan Iran yang turut melibatkan kepentingan Amerika Serikat dinilai meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.

“Kalau perang ini masih terus bercamuk, kemungkinan besar level USD 6.000 per troy ounce bisa tercapai di bulan Maret,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Selain faktor geopolitik, ketegangan perang dagang juga menjadi sentimen penguat. Mantan Presiden AS, Donald Trump, disebut masih berencana menerapkan tarif impor 15% kepada negara mitra dagang. Kebijakan ini dinilai berpotensi memicu ketidakpastian baru di pasar global.

Kebijakan Suku Bunga

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Di sisi lain, arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, juga menjadi perhatian. Ibrahim menilai peluang penurunan suku bunga pada 2026 masih terbuka, terutama setelah kepemimpinan Jerome Powell berakhir dan digantikan figur baru.

Ia menyinggung nama Kevin Warsh sebagai kandidat yang berpotensi mendorong pelonggaran moneter lebih agresif. “Kalau suku bunga diturunkan lebih banyak, emas akan kembali naik karena dolar melemah dan likuiditas bertambah,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, Ibrahim memprediksi harga emas dunia bisa mengalami lonjakan awal (gap up) ke level USD 5.500 per troy ounce. Jika konflik berlanjut dan suku bunga turun, kenaikan lanjutan menuju USD 6.000 sangat terbuka.

Dampaknya juga terasa di dalam negeri. Pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi mendekati Rp 17.000 per dolar AS akan memperkuat kenaikan harga emas batangan. Ia memperkirakan harga logam mulia bisa menembus Rp 3.500.000 per gram pada Maret.

“Fundamental inilah yang mempengaruhi harga emas dunia maupun logam mulia. Kombinasi perang, perang dagang, dan kebijakan suku bunga akan membuat harga emas terus naik,” tegas Ibrahim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya