2 Wajah Vinicius Junior: Dari Tertahan ke Tak Terbendung di Real Madrid

Vinicius Junior menunjukkan dua wajah di musim 2025/2026. Terpuruk era Xabi Alonso, ia bangkit tajam bersama Alvaro Arbeloa di Real Madrid.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 01 Maret 2026, 17:09 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Dua laga play-off Liga Champions lawan Benfica menunjukkan berapa penting Vinicius Junior bagi Real Madrid. Dia bukan hanya mencetak gol, akan tetapi memimpin tim lolos ke babak 16 Besar.

Musim 2025/2026 menghadirkan dua cerita berbeda bagi pemain Brasil tersebut. Awalnya berat, lalu berubah drastis justru ketika terjadi konstraksi yang besar dalam tim.

Di bawah asuhan pelatih Xabi Alonso, ritme permainan Vinicius tersendat. Kilasan kualitas tetap ada, tetapi konsistensi menghilang. Performanya dapat sorotan tajam.

Pergantian pelatih mengubah segalanya. Bersama Alvaro Arbeloa, Vinicius menemukan kembali dirinya. Sejak pergantian manajer, ia bermain penuh di setiap laga. Perannya tak tergantikan dalam struktur serangan.


Era Alonso: Potensi Besar yang Tertahan

Hubungan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dan Vinicius Junior dikabarkan semakin retak, terutama setelah duel Real Madrid versus Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. (AFP/Oscar DEL POZO)

Awal musim tidak ramah bagi Vinicius. Sistem permainan di era Xabi Alonso membuatnya sulit menemukan alur terbaik.

Statistik berbicara tegas. Enam gol dari 27 pertandingan di semua kompetisi tak mencerminkan bakatnya.

Setelah start cerah dengan lima gol dalam sepuluh laga, performanya menurun tajam. Kemarau gol berlangsung panjang.

Selama 16 pertandingan, Vinicius gagal mencetak gol. Kepercayaan diri menurun, keputusan di sepertiga akhir pun kerap meleset.


Titik Balik Arbeloa: Agresif, Percaya Diri, Menentukan

Vinicius Junior dan Alvaro Arbeloa berpelukan dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Perubahan datang bersama Alvaro Arbeloa. Dampaknya bukan hanya taktis, tetapi juga emosional.

Dukungan publik dan kepercayaan pelatih memberi kebebasan baru. Vinicius tampil lebih lugas dan tanpa ragu.

Hasilnya signifikan. Ia mencetak tujuh gol dalam sepuluh laga terakhir di semua kompetisi, enam di antaranya pada lima pertandingan terkini.

Produktivitas meningkat seiring agresivitas. Rata-rata tembakan naik dari 2,6 per laga menjadi 3,8. Serangan ke kotak penalti lebih sering dan keputusan di depan gawang lebih tajam.

Di sisi lain, kontribusi defensifnya juga bertambah. Duel individu meningkat dari sekitar 37 menjadi 51 per pertandingan.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya