Arsenal Dapat Jalur Mudah Menuju Juara Liga Champions, Sanggupkah Berjaya?

Arsenal dipastikan akan menghadapi wakil Jerman, Bayer Leverkusen, dalam duel dua leg yang dinilai membuka peluang besar untuk melangkah jauh di Liga Champions

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 27 Februari 2026, 23:19 WIB
Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil undian babak 16 besar Liga Champions musim ini menghadirkan kabar baik bagi Arsenal. The Gunners dipastikan akan menghadapi wakil Jerman, Bayer Leverkusen, dalam duel dua leg yang dinilai membuka peluang besar bagi skuad asuhan Mikel Arteta untuk melangkah jauh di kompetisi elite Eropa tersebut.

Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa. Ada cerita menarik di baliknya, yakni potensi reuni dengan bek asal Ekuador, Piero Hincapié. Sang pemain saat ini menjalani masa peminjaman bersama Arsenal, dan klub London Utara itu memiliki opsi untuk mempermanenkan statusnya.

Artinya, laga kontra Leverkusen bisa menjadi panggung emosional bagi Hincapié jika ia turun menghadapi klub yang membesarkan namanya di Bundesliga.


Jalur Terbuka Menuju Semifinal

Para pemain Arsenal merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di London, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Jika mampu menyingkirkan Leverkusen, Arsenal akan menghadapi pemenang antara Sporting CP dan Bodø/Glimt di babak perempat final. Secara hitung-hitungan di atas kertas, peluang Arsenal untuk menembus semifinal terbilang terbuka.

Di babak empat besar nanti, tantangan jelas akan meningkat. Arsenal berpotensi bertemu salah satu dari Atlético Madrid, Barcelona, Newcastle United, atau rival sekota mereka, Tottenham Hotspur.

Yang paling krusial, undian menempatkan sederet raksasa Eropa di sisi berbeda bagan kompetisi. Klub-klub seperti Paris Saint-Germain, Liverpool, Real Madrid, Manchester City, Bayern Munich, dan Chelsea berada di jalur seberang. Dengan demikian, Arsenal dipastikan tak akan bersua tim-tim tersebut sebelum partai puncak.


Momentum di Tengah Jadwal Padat

Eberechi Eze merayakan gol untuk Arsenal pada laga Premier League melawan Tottenham di London, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Undian ini datang di saat Arsenal tengah berada dalam performa impresif di kompetisi domestik. Mereka kini memimpin klasemen Premier League dan telah mengamankan tiket ke final Carabao Cup.

Tak hanya itu, Arsenal juga akan menghadapi klub League One, Mansfield Town, pada putaran kelima FA Cup. Kombinasi jadwal padat di liga dan piala domestik, plus peluang cerah di Liga Champions, membuat para pendukung mulai membicarakan kemungkinan meraih lebih dari satu trofi musim ini. Bahkan, wacana “quadruple” perlahan mencuat di kalangan fans.

Namun, Arteta tentu paham bahwa fase gugur Liga Champions selalu menyimpan kejutan. Konsistensi, rotasi pemain, dan ketajaman di momen krusial akan menjadi penentu.


Manchester City vs Real Madrid, Duel Ulangan

Penyerang Manchester City asal Norwegia #09, Erling Haaland, dan bek Real Madrid asal Jerman #22, Antonio Ruediger (kiri), berebut bola sundulan selama pertandingan pekan ke-6 Phase League Liga Champions antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis (11-12-2025) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO/AFP)

Sementara itu, undian juga menghadirkan big match antara Manchester City dan Real Madrid. Ini menjadi kali keenam kedua tim berhadapan sejak musim 2019/2020, menegaskan rivalitas modern di Liga Champions.

Keduanya bahkan sudah saling bertemu di fase grup musim ini, ketika City bangkit dan menang 2-1 pada Desember lalu. Pertemuan babak 16 besar ini diprediksi kembali menyajikan duel taktik kelas atas antara Pep Guardiola dan kubu Los Blancos.

Leg pertama babak 16 besar dijadwalkan berlangsung pada 10 dan 11 Maret, sedangkan leg kedua digelar 17 dan 18 Maret.

Guardiola menyambut undian tersebut dengan sikap positif. Menurutnya, menghadapi tim-tim terbaik dalam sejarah kompetisi justru menjadi proses pembelajaran penting bagi klubnya. Ia menilai pengalaman melawan elite Eropa akan membuat tim berkembang dan semakin matang untuk masa depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya