Liputan6.com, Jakarta - Tiga pabrikan mobil asal China berhasil menembus daftar 10 besar produsen otomotif terlaris di dunia sepanjang 2025. Hal tersebut, berdasarkan hasil perhitungan terbaru yang dirilis, setelah laporan keuangan dari Stellantis Group, pada 26 Februari 2026 lalu.
Disitat dari Carnewschina, di puncak peringkat dunia, masih diisi nama-nama besar, seperti Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors. Sedangkan Stellantis stabil di posisi keliima, dengan penjualan lebih dari 5,4 juta unit.
Advertisement
Sedangkan tiga merek China yang berhasil tembus 10 besar, adalah BYD, SAIC, dan Geely. Produsen Tiongkok ini, sejatinya juga memperbaiki posisi mereka, dibanding 2024, dan menggantikan Nissan yang terlempar dari daftar 10 besar.
BYD mencatatkan penjualan tahunan 4,602 juta unit, naik dari 4,27 juta unit pada tahun sebelumnya, sehingga menempatkan pabrikan ini di posisi keenam.
Dari total tersebut, penjualan mobil listrik murni mencapai 2,2567 juta unit, tumbuh 27,86 persen dan membuat BYD menjadi pemimpin dunia dalam penjualan kendaraan listrik murni, mengungguli Tesla untuk pertama kalinya.
SAIC dan Geely juga menunjukkan tren positif. SAIC stabil di peringkat ketujuh dengan penjualan 4,51 juta unit.
Sedangkan Geely melonjak dua posisi ke peringkat kesembilan, dengan 4,12 juta unit, sekaligus mencatatkan pertumbuhan tahunan yang kuat.
Di sisi lain, Ford dan Honda justru turun peringkat, masing-masing berada di posisi delapan dan sepuluh.
Keberhasilan Pasar Domestik China
Menurut data yang dikompilasi oleh media China, dukungan pemerintah menjadi salah satu kunci keberhasilan produsen otomotif dalam negeri.
Program tukar tambah kendaraan pada 2025 menghasilkan nilai transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan, dengan hampir 60 persen kendaraan baru yang dibeli merupakan model baru energi (NEV).
Selain itu, China mempertahankan posisinya sebagai pasar otomotif terbesar di dunia untuk tahun ke-17 berturut-turut.
Produksi dan penjualan mobil domestik masing-masing mencapai 34,531 juta unit dan 34,4 juta unit pada 2025, menetapkan rekor baru sekaligus memperkuat dominasi negara tersebut dalam ekspor otomotif dan era kendaraan listrik.