Transjakarta Buat Hotline Khusus Pramudi Buntut Bus Adu Banteng di Koridor 13, Apa Fungsinya?

Adu banteng bus Transjakarta di Koridor 13 dipicu sopir mengantuk dan kelelahan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 27 Februari 2026, 10:46 WIB
Bus TransJakarta 'Adu Banteng' di Koridor 13 Kebayoran-Cipulir

Liputan6.com, Jakarta - PT Transjakarta meluncurkan hotline atau saluran khusus bagi pengemudinya (pramudi) agar bisa melaporkan situasi di lapangan. Hotline disiapkan sebagai upaya menekan risiko kecelakaan bus, semisal peristiwa adu banteng dua armada di Koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan beberapa hari yang lalu.

Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjadikan keselamatan sebagai DNA perusahaan, bukan sekadar prosedur administratif.

“Keselamatan bukan hanya target operasional. Ia adalah nilai, budaya, dan tanggung jawab moral kita kepada masyarakat,” kata Welfizon dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/2/2026).

Welfizon menyebut bahwa sepanjang 2025, Transjakarta mencatat capaian 413 juta pelanggan. Transjakarta kini memikul amanah besar sebagai ekosistem transportasi publik terbesar di Indonesia.

 

Transjakarta Minta Pramudi Jujur

Dua armada bus Transjakarta terlibat kecelakaan di Koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Ia menekankan bahwa pramudi adalah pengambil keputusan utama di lapangan. Oleh sebab itu, Welfizon mengajak para pramudi untuk dapat memprioritaskan kejujuran dalam bekerja, termasuk jujur soal kondisi fisik, kondisi kendaraan, hingga pelaporan potensi bahaya saat bertugas di jalan.

“Setiap insiden tidak boleh berhenti sebagai statistik, ia harus menjadi pemicu perbaikan proses dan penguatan standar yang menyentuh akar permasalahan,” ujar Welfizon.

Menurut Welfizon, hotline diluncurkan sebagai langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan sistem pengawasan. Lewat kanal komunikasi khusus ini, pramudi bisa melaporkan kondisi darurat di lapangan secara real-time.

Pramudi juga dapat menyampaikan kendala operasional dan isu keselamatan secara cepat, sehingga manajemen dapat mempercepat respons terhadap situasi di lintasan.

“Hadirnya hotline ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan dukungan penuh bagi pramudi saat bertugas di garda terdepan,”kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya