Tottenham Hotspur Terpuruk usai Dibantai Arsenal, Bisa Selamat dari Degradasi?

Tottenham Hotspur terjerat di papan bawah Liga Inggris. Dengan badai cedera dan jadwal krusial menanti, Spurs menghadapi situasi sulit.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 26 Februari 2026, 13:00 WIB
Pemain Tottenham Hotspur, Randal Kolo Muani (kiri), dan pemain Arsenal, Martin Zubimendi, berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris di London, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan telak dalam derbi London Utara melawan Arsenal, Minggu (22/2/2026), membuat Tottenham Hotspur terjebak dalam situasi genting. Mereka kini hanya empat poin di atas zona degradasi Liga Inggris.

Situasi tersebut tidak lepas dari kinerja buruk. Spurs gagal menang di liga sepanjang 2026. Mereka juga cuma dua kali berjaya sejak 26 Oktober 2025.

Membuat kondisi lebih memprihatinkan, pelatih interim Igor Tudor juga memiliki daftar cedera yang panjang. Mereka juga direpotkan jadwal padat berupa pertandingan babak 16 besar Liga Champions.

Kondisi ini membuat sang pelatih harus menerapkan ide-ide baru demi menghindari hal yang tak terbayangkan yaitu terdegradasi ke Championship.


Mampukah Spurs Bertahan?

Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, kedua dari kanan, berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Dalam sisa 11 pertandingan Liga Inggris, Tottenham akan menghadapi laga penting melawan sesama rival di papan bawah. Salah satunya bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers serta duel kandang versus Crystal Palace, Brighton & Hove Albion, Nottingham Forest, dan Leeds United.

“Saya akan sangat terkejut jika mereka tidak mampu bangkit dari situasi ini. Pertandingan-pertandingan yang akan datang semuanya sangat penting dan saya rasa mereka memiliki cukup kemampuan untuk mengatasinya,” kata mantan gelandang Spurs, Danny Murphy kepada BBC Sport.

 


Dilanda Badai Cedera

Pelatih Kepala Tottenham Hotspur keturunan Yunani-Australia Ange Postecoglou memberi selamat kepada gelandang Tottenham Hotspur asal Swedia Dejan Kulusevski setelah pertandingan sepak bola tahap Liga Europa UEFA antara Tottenham Hotspur dan Tottenham Hotspur di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 26 September 2024. Tottenham memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Glyn KIRK / AFP

Salah satu alasan keterpurukan Spurs adalah buruknya penyelesaian akhir. Terkaparnya Dejan Kulusevski dan James Maddison dalam jangka waktu yang panjang membuat mereka kesulitan menembus pertahanan lawan.

Mantan bek sayap Tottenham Stephen Kelly percaya bahwa Tottenham bukanlah satu-satunya tim yang mengecewakan. Dia menyebut Spurs beruntung karena ada tim-tim lain yang jauh lebih buruk.

“Saya sebenarnya tidak ingin mengakuinya, dan masih merasa ada tim-tim yang benar-benar buruk dan tidak akan bisa keluar dari zona degradasi,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya