Liputan6.com, Jakarta - Film Hamnet karya sutradara Chloé Zhao resmi menjadi salah satu pemain paling kuat dalam ajang Academy Awards atau Oscar 2026. Film ini berhasil mengantongi total 8 nominasi Oscar, termasuk untuk kategori bergengsi seperti Best Picture, Best Director, dan Best Adapted Screenplay. Keberhasilan ini sebenarnya tidak mengejutkan mengingat respons positif yang diterima film ini sejak penayangan perdananya di festival film internasional.
Fokus perhatian kritikus kini tertuju pada Jessie Buckley yang memerankan Agnes Hathaway. Buckley saat ini menjadi kandidat terkuat untuk memenangkan piala Best Actress di Oscar mendatang. Prediksi ini bukan tanpa alasan, sebab ia baru saja menyapu bersih berbagai penghargaan utama di musim ini. Buckley tercatat memenangkan trofi aktris terbaik di ajang BAFTA, Golden Globe, dan Critics Choice Awards.
Advertisement
Penampilannya sebagai istri William Shakespeare yang berduka disebut-sebut sebagai pencapaian akting tertinggi dalam sepanjang karirnya. Lewat arahan Chloé Zhao, Buckley berhasil membawakan karakter Agnes dengan kedalaman emosi yang luar biasa tanpa harus terlihat berlebihan. Dengan kemenangan di tiga ajang pemanasan Oscar tersebut, banyak pihak meyakini bahwa langkah Buckley menuju panggung kemenangan di Dolby Theatre tinggal menunggu waktu saja. Keberhasilan ini juga mempertegas posisi Hamnet sebagai film drama sejarah yang tidak hanya artistik, tetapi juga diakui secara luas oleh institusi perfilman dunia.
Sinopsis Fim Hamnet, Duka di Balik Mahakarya Hamlet
Hamnet diadaptasi dari novel karya Maggie O’Farrell yang mengeksplorasi sisi manusiawi dari kehidupan keluarga William Shakespeare (diperankan oleh Paul Mescal). Berbeda dengan film sejarah kebanyakan yang berfokus pada karier sang penulis, film ini justru menitikberatkan pada sosok Agnes, sang istri yang memiliki kemampuan spiritual dan kedekatan unik dengan alam.
Konflik utama dimulai ketika wabah pes melanda kota Stratford-upon-Avon pada tahun 1590-an. Putra tunggal mereka yang berusia 11 tahun, Hamnet, jatuh sakit dan meninggal dunia. Tragedi ini menghancurkan Agnes dan menciptakan jarak emosional dengan William yang saat itu sedang membangun kariernya di London.
Cerita kemudian berfokus pada proses Agnes menghadapi duka yang mendalam dan bagaimana William, dalam rasa bersalah dan kesedihannya, mulai menulis sebuah naskah yang kelak dikenal dunia sebagai Hamlet. Film ini menunjukkan bahwa mahakarya tersebut bukan sekadar fiksi, melainkan sebuah bentuk memorial bagi anak mereka yang telah tiada.