Sahur Jadi Drama karena Anak Susah Bangun? Coba Tips dari Psikolog Ini

Cara yang bisa dilakukan orang tua agar anak lebih mudah dibangunkan untuk sahur tanpa drama.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 24 Februari 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi anak, ibu, sahur, buka puasa, Islami. (Image by freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Membangunkan anak untuk sahur sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Rasa kantuk yang masih berat, perubahan jam tidur selama Ramadan, hingga suasana dini hari yang sunyi membuat anak cenderung sulit diajak bangun.

Tak jarang, momen sahur justru berubah menjadi “drama” karena anak sulit bangun, ogah-ogahan makan atau kembali tertidur di meja makan.

Supaya sahur lancar, psikolog klinis Aldila Muslimah Pradhanti dari RS EMC Alam Sutera mengingatkan ayah dan ibu untuk melibatkan anak sedari malam. Tanyakan kepada anak mengenai bunyi alarm saat bangun untuk sahur seperti apa. Lalu menu favorit anak sahur mau apa.

"Jadi, kita sebagai orangtua tetap penuhi kebutuhan anak. Tanya ke anak alarm untuk bangun, menu sahur ingin apa itu agar dia merasa fun untuk bangun sahur," kata Aldila ditemui Health Liputan6.com pada Senin, 23 Februari 2026.

Lalu, bila saat anak sudah bangun untuk sahur tetap ngantuk dan malas untuk makan, beri tahu kepada anak tujuan dari sahur. Namun, ia pun memaklumi bila anak tidak kooperatif lalu ibu merasa kesal dan marah-marah.

"Mungkin ibu sudah capek untuk menyiapkan sahur, lalu anak enggak kooperatif gitu ya, ya wajar merasa kesal," tutur Aldila.

Lalu, tanyakan ke anak alasan ia malas untuk bangun sahur atau makan menu sahur yang sudah disiapkan. Bila anak menjawab maka bisa ditemukan solusi.

"Dari situ nanti bisa cari solusi. Misalnya jadi tahu anak mungkin sedang pengen makan sahur tertentu, ibu jadi bisa paham," paparnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya