Jelang Real Madrid vs Benfica: UEFA Skors Prestianni usai Insiden dengan Vinicius Junior

UEFA menjatuhkan skors satu laga kepada Gianluca Prestianni terkait laporan rasisme terhadap pemain Real Madrid, Vinicius Junior.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Februari 2026, 11:38 WIB
Striker Real Madrid, Kylian Mbappe, menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Liputan6.com, Jakarta - UEFA menjatuhkan skors sementara satu pertandingan kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, setelah insiden dengan Vinicius pada laga pertama playoff Liga Champions melawan Real Madrid. Keputusan tersebut membuat sang pemain Argentina absen pada leg kedua di Santiago Bernabeu tengah pekan ini.

Insiden itu kini berada dalam tahap penyelidikan oleh Komisi Etik dan Disiplin UEFA karena dugaan ucapan bernuansa rasis kepada Vinicius. Sanksi sementara ini diterapkan agar kedua pemain tidak kembali berada dalam situasi yang sama pada pertandingan penentuan.

Langkah UEFA dinilai sebagai tindakan preventif di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua kubu. Kasus ini sekaligus memperpanjang daftar insiden diskriminasi yang melibatkan pemain kulit hitam di kompetisi Eropa.


Keputusan Sementara dari UEFA

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

UEFA melalui badan pengawas etik dan disiplin menerapkan Pasal 14 tentang perilaku diskriminatif kepada Gianluca Prestianni. Dengan keputusan itu, pemain 20 tahun Benfica tersebut tidak dapat tampil dalam laga Real Madrid vs Benfica.

Dalam pernyataan resmi, UEFA menjelaskan bahwa sanksi dijatuhkan berdasarkan laporan awal dari inspektur etik dan disiplin. “Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA memutuskan untuk menskors sementara Tuan Gianluca Prestianni untuk satu pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya karena dugaan pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif,” tulis pernyataan tersebut.

Keputusan itu memastikan Vinicius dan Prestianni tidak akan bertemu di lapangan pada laga penentuan di Santiago Bernabeu. Situasi ini diharapkan meredakan potensi konflik lanjutan yang sempat memanas pada pertemuan pertama.


Ancaman Sanksi Lanjutan

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

UEFA menegaskan bahwa skors satu pertandingan bukanlah putusan akhir atas kasus ini. Proses investigasi masih berjalan dan dapat menghasilkan hukuman tambahan bagi pemain Benfica tersebut.

Dalam komunikasi lanjutan, UEFA menegaskan bahwa keputusan sementara ini tidak menutup kemungkinan adanya vonis lain. “Keputusan ini tidak memengaruhi putusan apa pun yang mungkin dibuat badan disiplin UEFA setelah penyelidikan selesai dan diajukan secara resmi,” lanjut pernyataan tersebut.

Kasus ini kembali memperlihatkan tantangan besar dalam memerangi rasisme di sepak bola Eropa.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya