Bodo/Glimt Datang ke Markas Inter Tidak Untuk Bertahan Total

Inter vs Bodo/Glimt di leg kedua Liga Champions 2025-2026, misi Inter membalikkan agregat 1-3 di San Siro.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Februari 2026, 09:37 WIB
Bodo/Glimt menundukkan Inter Milan dengan skor 3-1 pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. (Mats Torbergsen/NTB Scanpix via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Laga Inter vs Bodo/Glimt akan menjadi panggung penentuan di leg kedua play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026. Duel ini dijadwalkan berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza, Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB.

Inter Milan punya beban agregat 1-3 dari pertemuan pertama. Nerazzurri harus mencetak minimal dua gol di markas mereka tanpa kebobolan untuk memaksakan perpanjangan waktu.

Atmosfer San Siro diharapkan menjadi dorongan moral bagi tuan rumah. Akan tetapi, keunggulan agregat membuat tim tamu punya ruang untuk mengatur tempo permainan.


Inter dalam Tekanan Wajib Menang

Fredrik Sjovold dan Lautaro Martinez berebut bola dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026. (Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP)

Situasi ini memaksa Inter tampil agresif sejak menit awal pertandingan. Namun, pendekatan menyerang juga mengandung risiko jika lini belakang kehilangan disiplin.

Pelatih Cristian Chivu diprediksi menurunkan komposisi terbaik dengan fokus pada penguasaan bola dan pressing tinggi. Skema ini bertujuan menekan Bodo/Glimt agar tidak leluasa mengembangkan permainan dari sektor sayap.

Kemenangan dengan selisih dua gol menjadi target minimum bagi Inter. Jika kebobolan lebih dulu, peluang Nerazzurri untuk melangkah ke fase berikutnya akan semakin menipis.

Pertandingan Inter vs Bodo/Glimt juga menjadi ujian mental bagi para pemain tuan rumah. Tekanan publik San Siro bisa berubah menjadi keuntungan atau justru beban jika gol cepat tidak tercipta.


Bodo/Glimt Datang Tanpa Niat Bertahan Total

Kasper Hogh dan Francesco Acerbi berebut bola dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026. (Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP)

Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, menegaskan timnya tidak akan hanya bertahan. “Kami tidak hanya harus bertahan. Bagi saya, lebih baik turun ke lapangan dengan pikiran skor 0-0 dan tidak bermain terlalu dalam,” ujar Knutsen.

Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi kunci pendekatan timnya. “Seluruh tim harus bertahan, tetapi kami juga harus menyerang bersama. Itulah cara berpikir kami,” lanjutnya.

Penyerang Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge, melihat laga ini sebagai kesempatan bermain lebih terbuka. “Untungnya, kami sudah sering menghadapi pertandingan serupa dan tahu akan ada ruang untuk bermain,” kata Hauge.

Hauge menilai timnya bisa menguasai bola lebih lama dibandingkan laga sebelumnya. “Mungkin kami bisa memainkan bola lebih banyak daripada saat melawan Atletico,” ucapnya.

Dengan modal agregat dan kepercayaan diri tersebut, laga Inter vs Bodo/Glimt dipastikan berlangsung ketat. Hasil akhir akan menentukan apakah San Siro menjadi saksi kebangkitan Inter atau kelolosan bersejarah klub Norwegia itu.

Sumber: UEFA.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya