Ekspor Cetak Rekor, Gaikindo Yakin Kapasitas Produksi Mobil di Indonesia Bisa Maksimal pada 2026

Gaikindo optimistis, Indonesia mampu memaksimalkan kapasitas produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor

oleh Arief AszhariDiterbitkan 24 Februari 2026, 04:21 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil Kijang Innova pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, Selasa (26/1). Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner mencapai 130.000 unit pertahun. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tantangan industri otomotif global, kabar menggembirakan datang dari sektor ekspor kendaraan nasional. Indonesia berhasil mencatatkan rekor tertinggi pengiriman kendaraan ke pasar luar negeri sepanjang 2025.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Putu Juli Ardika menyebut capaian tersebut patut disyukuri karena menunjukkan daya saing industri otomotif Tanah Air tetap terjaga. Sepanjang 2025, Indonesia sukses mengekspor 518.212 unit kendaraan ke 93 negara tujuan.

"Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial turut memberikan kontribusi signifikan sebanyak 20.326 unit. Angka ini mempertegas peran Indonesia sebagai salah satu basis produksi penting di kawasan," jelas Putu, saat konferensi pers GIICOMVEC 2026, dan buka puasa bersama media, ditulis Selasa (24/2/2026).

Menurut Putu, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa produk otomotif buatan dalam negeri telah mendapat pengakuan di pasar global. Kualitas dan teknologi yang diusung dinilai mampu bersaing dan menjadi andalan di berbagai negara tujuan ekspor.

Saat ini, kapasitas produksi kendaraan bermotor nasional tercatat mencapai 2,59 juta unit per tahun. Dengan kapasitas sebesar itu, industri otomotif Indonesia dinilai memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

"Jadi untuk tahun 2025, Gaikindo optimis penyerapan produksi akan dapat memaksimalkan kapasitas produksi industri otomotif yang pada 2025 ini mencapai angka 1.200.000-an ya, 1.200.000-an produksi baik itu di dalam negeri maupun ekspor," tegas Putu.

Selain itu, Putu juga menambahkan bahwa Gaikindo optimistis, Indonesia mampu memaksimalkan kapasitas produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor hingga tahun-tahun menuju 2030.

Dengan pondasi produksi yang kuat dan permintaan yang terus dijaga, industri otomotif nasional diharapkan tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia.

Gaikindo Pasang Target Penjualan Mobil 2026 Bisa Tembus 850 Ribu Unit

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menetapkan target penjualan kendaraan roda empat pada 2026, sebesar 850 ribu unit. Angka tersebut, sudah menjadi kesepakatan internal, antara pelaku industri otomotif Tanah Air.

"Jadi, pada dasarnya kita kemarin sudah sepakat, pada tahun ini kita mematok target sebanyak 850 ribu unit," ujar Sekretaris Gaikindo, Kukuh Kumara, saat ditemui di sebuah diskusi yang digelar oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), di Jakarta, belum lama ini.

Meski target sudah ditetapkan, Kukuh menyatakan bahwa angka tersebut bisa berubah tergantung dinamika pasar dan kebijakan baru yang mungkin muncul.

"Kalau misalnya ada perkembangan baru, ada kebijakan baru, ya mungkin kita akan lihat lagi," tambahnya.

Gaikindo sendiri, melihat sejumlah peluang, sekaligus tantangan yang bisa mempengaruhi target penjualan pada tahun ini. Salah satunya, adalah momentum libur panjang Hari Raya Idul Fitri, yang secara tradisional mampu meningkatkan minat pembelian kendaraan. Namun, libur panjang itu juga mengurangi hari kerja di pabrik sehingga berpotensi menekan produksi.

Selain itu, untuk mendongkrak penjualan, asosiasi berharap pameran otomotif dan kehadiran model kendaraan baru di pasar dapat menarik minat konsumen setelah musim libur Lebaran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya