Kasus Virus Nipah di India Tidak Bertambah, Singapura Setop Pemeriksaan Suhu di Bandara

Kasus virus Nipah di India tidak ada penambahan membuat Singapura melonggarkan pemeriksaan suhu di bandara dan pelabuhan

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Februari 2026, 14:40 WIB
Ilustrasi Singapura hentikan skrining suhu di pelabuhan dan bandara usai kasus virus Nipah di India stabil.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus virus Nipah di Benggala Barat, India tidak bertambah, membuat Singapura menghentikan pemeriksaan suhu di bandara dan pelabuhan. Penghentian pemeriksaan suhu di bandara dan pelabuhan Singapura ini mulai berlaku pada hari ini, 23 Februari 2026.

“Situasi virus Nipah di Benggala Barat telah stabil, tanpa kasus baru yang dilaporkan. Tidak ada penularan virus Nipah dari manusia ke manusia yang terdeteksi di Bangladesh,” kata Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura mengutip Channel News Asia (23/2/2026).

Singapura juga menghentikan penyebaran informasi tentang virus Nipah kepada para pelancong di titik masuk Singapura.

Pelonggaran tersebut dilakukan setelah nyaris sebulan Singapura waspada terhadap virus Nipah. Meski begitu, Kementerian Tenaga Kerja tetap mempertahankan langkah-langkah pengawasan saat ini di pusat penjemputan pekerja migran yang baru tiba.

"Pekerja secara konsisten diingatkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap virus Nipah, mempraktikkan kebersihan yang baik, dan mencari perawatan medis jika merasa tidak sehat,” kata CDA.

Dokter di Singapura juga tetap diminta waspada bila mendapati pasien dengan gejala virus Nipah dan memiliki riwayat perjalanan yang memiliki kasus itu.

"CDA akan memantau dengan cermat situasi infeksi virus Nipah global dan siap untuk menyesuaikan langkah-langkah kesehatan masyarakat jika informasi baru menunjukkan peningkatan risiko kesehatan masyarakat bagi Singapura," tambah lembaga tersebut.

Tentang Penyakit Virus Nipah

Virus Nipah adalah penyakit infeksi akibat virus Nipah (NiV), yaitu virus RNA dari kelompok Paramyxovirus. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 di Malaysia dan Singapura, terutama pada peternakan babi.

Virus Nipah tergolong penyakit zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Reservoir alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah, sementara hewan perantara seperti babi dapat mempercepat penyebaran ke manusia.

Infeksi Virus Nipah dapat menyerang berbagai organ penting, terutama saluran pernapasan dan sistem saraf, sehingga berisiko menyebabkan gangguan berat hingga kematian.

 

Angka Kematian Virus Nipah Tinggi

Salah satu hal yang perlu diwaspadai dari infeksi virus Nipah adalah angka kematian yang tinggi. Tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) sangat tinggi, berkisar antara 40% hingga 75%, dan dalam beberapa wabah mencapai 100%.

Virus ini menyerang sistem pernapasan dan saraf pusat (otak), sering kali menyebabkan koma dalam 24–48 jam.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya