Liputan6.com, Jakarta - Operasi urologi dengan teknologi robotik da Vinci menjadi salah satu inovasi di dunia medis yang memungkinkan tindakan bedah dilakukan dengan lebih presisi dan minim sayatan. Dibandingkan metode operasi konvensional, teknologi robotik bisa membantu mengurangi nyeri pascaoperasi serta mempercepat proses pemulihan.
Di dunia medis, pemanfaatan teknologi robotik da Vinci bisa dilakukan pada kasus urologi yang kompleks seperti operasi prostat, ginjal, hingga penanganan batu ginjal.
Advertisement
Lewat bantuan teknologi alat kesehatan ini, dokter bisa melakukan operasi dengan lebih stabil dan akurat.
Pemanfaatan teknologi tersebut kini mulai diadopsi dalam layanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran SURE (Summit Robotic & Endourology Institute), pusat layanan urologi berbasis bedah robotik di Eka Hospital MT Haryono yang mengintegrasikan keahlian dokter spesialis dengan teknologi operasi modern.
"Peluncuran Summit Robotic & Endourology Institute merupakan bagian dari visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berteknologi tinggi yang setara dengan standar global," kata Hospital Director Eka Hospital MT Haryono, dokter Sheirly Novan Indra, MARS dalam keterangan tertulis.
Tak Gantikan Peran Dokter
Keunggulan utama teknologi bedah robotik terletak pada tingkat presisi yang lebih tinggi saat melakukan tindakan operasi. Sistem robotik memungkinkan gerakan instrumen menjadi lebih stabil dan akurat dibandingkan kemampuan tangan manusia semata.
Meski demikian, teknologi ini bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan sebagai alat yang membantu meningkatkan kualitas tindakan bedah di bidang kedokteran.
“Melalui teknologi robotik Da Vinci, kami ingin memberikan pengalaman pelayanan bedah robotik yang aman dan nyaman bagi pasien. Tentunya hal tersebut bukan hanya investasi pada teknologi, tetapi juga investasi pada kualitas hidup masyarakat Indonesia,” kata Sheirly.