Kasatgas Tito Tarawih bersama Warga, Siap Dukung Penyelesaian Masjid Islamic Centre Lhokseumawe

Tarawih bersama warga Lhokseumawe, Kasatgas Tito siap dukung penyelesaian Masjid Islamic Centre yang belum rampung sambil percepat pemulihan pascabencana.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 21 Februari 2026, 10:45 WIB
Kasatgas Tito salat Tarawih bersama masyarakat Kota Lhokseumawe di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/2/2026). Foto: Satgas PRR

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melaksanakan salat Tarawih bersama masyarakat di Masjid Agung Islamic Centre Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/2/2026).

Tito mengaku bahagia dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjalankan rangkaian ibadah Ramadan bersama di masjid yang menjadi kebanggaan warga setempat.

“Saya berbahagia bisa berkumpul bersama melaksanakan buka puasa, kemudian salat Jumat, salat Isya dan insyaallah sebentar lagi salat Tarawih bersama di masjid kebanggaan warga Kota Lhokseumawe,” ujarnya sebelum pelaksanaan salat Tarawih.

Ia juga menyampaikan kekaguman terhadap desain dan kemegahan masjid tersebut yang dinilai sebagai ikon kota. Menurutnya, ketika mencari informasi tentang Lhokseumawe di internet, gambar masjid tersebut kerap muncul, terutama pemandangan malam hari yang terlihat indah.

Siap Cari Dukungan Penyelesaian Pembangunan Masjid

Kasatgas Tito salat Tarawih bersama masyarakat Kota Lhokseumawe di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/2/2026). Foto: Satgas PRR

Namun, ia juga mencermati bahwa kondisi bangunan masih belum sepenuhnya layak sebagai ikon kebanggaan karena pembangunannya belum tuntas. “Saya belum tahu harus berbuat seperti apa, tapi saya akan berbuat,” katanya.

Tito menyampaikan akan berupaya mencari berbagai alternatif dukungan untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid. Upaya ini dilakukan baik melalui jaringan pemerintah maupun jejaring lainnya, termasuk dari luar negeri. “Insyaallah saya juga banyak sahabat kawan-kawan yang peduli untuk pembangunan masjid,” ucapnya.

Selain menyoroti pembangunan masjid, Tito menegaskan bahwa fokus utamanya di Aceh adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menyampaikan bahwa Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak terluas dibandingkan provinsi lain di Sumatera.

“Itulah sebabnya kami melaksanakan safari Ramadan di Aceh ini dari hari pertama, itu menyusuri daerah pantai untuk meng-update mengetahui problema-problema yang ada, yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah pasti bekerja keras untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah terdampak, termasuk Lhokseumawe. “Tapi dalam perjalanan ini kita juga menemukan masalah yang lain seperti masjid ini. Ini juga menjadi catatan bagi kami,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya