Bos Bank Danamon Beberkan Strategi Hadapi Tantangan 2026

Menghadapi ketidakpastian ekonomi 2026, Bank Danamon memfokuskan strategi pada pemulihan daya beli masyarakat dan penguatan kolaborasi grup.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 19 Februari 2026, 17:30 WIB
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) (Foto: Bank Danamon Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Nasib kekuatan konsumsi segmen menengah menjadi perhatian utama PT Bank Danamon Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Menanggapi potensi hambatan pada pertumbuhan pembiayaan di tahun 2026, perseroan memilih fokus menggarap aktivitas ekonomi lokal dan memperkuat benteng pertahanan digital melalui sistem keamanan siber serta kecerdasan buatan terintegrasi.

Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Daisuke Ejima, mengungkapkan sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai perseroan sepanjang tahun 2026. Dinamika ekonomi global dan domestik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja industri perbankan, khususnya dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dalam dua tahun terakhir berdampak pada kekuatan konsumsi, terutama di segmen menengah yang selama ini menjadi kontributor terbesar pertumbuhan.

"Ada beberapa tantangan dan risiko pada tahun ini. Pertama, kondisi ekonomi tidak baik pada tahun lalu dan dua tahun yang lalu juga," kata Ejima dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja FY 2025, Kamis (19/2/2026).

Ia mempertanyakan apakah kekuatan pembelian masyarakat, yang sempat tertekan akibat perlambatan ekonomi dalam dua tahun terakhir, dapat kembali pulih secara optimal. Jika daya beli belum sepenuhnya rebound, maka pertumbuhan pembiayaan dan konsumsi berpotensi tertahan

"Apakah kekuatan pembelian, terutama segmen tengah, yang seharusnya adalah segmen terbesar, akan kembali atau tidak," ujarnya.

Selain itu, perkembangan pasar finansial juga menjadi tantangan tersendiri. Melihat dinamika pada Januari dan Februari, Ejima berharap kondisi pasar pada 2026 dapat menunjukkan perbaikan yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya, meski tetap dibayangi volatilitas global.

 

Strategi Hadapi Tantangan

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) (Foto: Bank Danamon Indonesia)

Untuk menjawab tantangan tersebut, Danamon mengedepankan strategi penguatan ekosistem berbasis regional. Perseroan mendorong setiap wilayah untuk lebih aktif mengidentifikasi potensi dan aktivitas lokal guna memperkuat basis bisnis secara berkelanjutan.

Kolaborasi dengan perusahaan grup, termasuk Adira Finance, juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas penetrasi pasar sekaligus memperkuat layanan pembiayaan dan perbankan secara terintegrasi.

Di sisi lain, Danamon juga menaruh perhatian besar pada penguatan IT, keamanan siber, serta pengembangan kecerdasan buatan atau AI generatif.

"Jadi, region-region, kami meminta untuk menemukan aktivitas lokal untuk memperkuatnya lebih banyak, bersama dengan kolaborasi dengan Adira Finance dan perusahaan grup. IT, keamanan siber, AI generatif," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya