Juventus Punya Masalah Lebih Besar daripada Cambiaso dan Cabal

Juventus dinilai Massimo Mauro memiliki masalah mendasar pada komposisi pemain inti setelah kekalahan telak dari Galatasaray di Liga Champions.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 19 Februari 2026, 17:05 WIB
Pemain Galatasaray, Baris Yilmaz (kanan), berduel dengan pemain Juventus, Andrea Cambiaso dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Turki, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Khalil Hamra)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus baru menelan kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray di Liga Champions. Hasil itu memunculkan evaluasi keras dari mantan gelandang klub, Massimo Mauro, terkait kualitas skuad saat ini.

Dalam pandangannya, persoalan Juventus tidak terletak pada Andrea Cambiaso maupun Juan Cabal yang tampil kurang meyakinkan di sisi kiri pertahanan. Ia menilai masalah yang lebih dalam adalah hilangnya pemain-pemain pengendali permainan seperti yang selalu dimiliki klub pada era sebelumnya.

Kekalahan di Turki juga memperbesar ancaman tersingkir lebih awal dari kompetisi Eropa musim ini. Namun, penilaian Mauro membuka diskusi bahwa persoalan tim jauh lebih kompleks daripada sekadar performa dua pemain muda.


Penilaian Massimo Mauro terhadap Skuad

Juventus resmi mendapatkan tanda tangan Juan Cabal dari Hellas Verona, Kamis (18/7/2024). (dok. Juventus)

Mauro menilai Cambiaso bukan figur pemimpin di lapangan, melainkan pemain biasa dengan kapasitas standar. Ia berkata, “Cambiaso bukan seorang pemimpin, dia hanya orang biasa.”

Namun, Mauro menambahkan bahwa Cambiaso dan Cabal bukan akar persoalan klub. Ia mengatakan, “Bukan dia maupun Juan Cabal yang menjadi masalah Juventus, melainkan kurangnya lima atau enam pemain yang mengontrol permainan, yang selalu mereka miliki.”

Komentar itu menunjukkan kritik langsung terhadap struktur tim secara keseluruhan. Menurut Mauro, Juventus kehilangan karakter dominan yang dulu membuat mereka mampu mengendalikan tempo laga di level tertinggi.

Ia juga kurang terkesan dengan kualitas pemain yang tersedia saat ini. Akan tetapi, Mauro menilai pelatih Luciano Spalletti adalah satu-satunya sosok yang perlu dipertahankan oleh klub.


Kekalahan dari Galatasaray dan Dampaknya

Juventus dipaksa menyerah dari Galatasaray dengan skor telak 2-5 pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions UEFA 2025/2026. Laga ini berlangsung di Rams Park, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (Yasin Akgul/AFP)

Pertandingan melawan Galatasaray berjalan buruk sejak awal dan semakin berat setelah Juan Cabal menerima kartu merah. Cabal baru masuk menggantikan Cambiaso di babak kedua dan hanya butuh dua puluh menit untuk mengoleksi dua kartu kuning.

Situasi itu membuat peluang Juventus untuk bertahan di Liga Champions semakin kecil. Namun, Mauro tetap ragu tim ini memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan di pertandingan berikutnya.

Kekalahan tersebut juga mempertegas jarak kualitas antara Juventus dan tim papan atas Eropa musim ini. Akan tetapi, tersingkir dari kompetisi kontinental bisa memberi keuntungan lain bagi klub.

Fokus penuh ke Liga Italia dapat membantu Juventus mengejar target empat besar klasemen. Dengan jadwal yang lebih ringan, energi tim bisa diarahkan untuk konsistensi di liga domestik.

Evaluasi dari Mauro menjadi alarm bahwa perubahan struktural dibutuhkan, bukan sekadar pergantian pemain di satu posisi. Juventus dinilai perlu kembali membangun identitas sebagai tim yang memiliki banyak pengendali permainan, bukan hanya mengandalkan individu tertentu.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya