Barcelona Hadapi Masa Sulit, Saatnya Lakukan Evaluasi Diri

Barcelona menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona, Pau Cubarsi mengajak tim melakukan evaluasi diri demi bangkit di kompetisi domestik.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 19 Februari 2026, 16:30 WIB
Hasil minor ini tidak hanya menghentikan laju Barcelona, tapi juga menggusur mereka dari puncak klasemen La Liga. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona melewati pekan yang berat setelah menelan dua kekalahan beruntun di dua ajang berbeda. Hasil tersebut membuat posisi mereka di kompetisi domestik semakin tertekan dan memicu evaluasi internal tim.

Kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di Copa del Rey menjadi pukulan paling keras bagi skuad asuhan Hansi Flick. Situasi itu membuat peluang lolos ke babak berikutnya kian tipis dan menuntut kebangkitan besar di leg kedua.

Tekanan semakin terasa ketika mereka juga tumbang dari Girona di Liga Spanyol. Akibat hasil tersebut, puncak klasemen berpindah tangan ke Real Madrid.


Kekalahan dari Atletico dan Harapan Bangkit

Pemain Barcelona, Jules Kounde, tampak kecewa setelah ditaklukkan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bek muda Pau Cubarsi mengakui bahwa awal pertandingan melawan Atletico Madrid berjalan jauh dari rencana tim. Ia berkata, “Saya pikir di babak pertama mereka memulai dengan intensitas tinggi dan ketika mereka mencetak gol cepat, itu merusak rencana kami.”

Cubarsi melanjutkan bahwa kondisi tersebut membuat tim kesulitan menguasai jalannya laga. Ia berkata, “Sejak saat itu sangat sulit bagi kami untuk menjadi protagonis dalam permainan.”

Pada awal babak kedua, ia sempat mencetak gol yang kemudian dianulir setelah peninjauan VAR hampir sepuluh menit. Ia berkata, “Sejujurnya saya tidak mengerti, satu-satunya yang saya tahu adalah jeda hampir 10 menit itu memotong awal bagus yang kami lakukan di babak kedua.”

Gol tersebut menurutnya bisa mengubah arah pertandingan jika dinyatakan sah. Ia berkata, “Gol itu akan memungkinkan kami menghadapi sisa pertandingan dengan peluang nyata untuk mendekati hasil.”

Meski situasi sulit, ruang ganti masih menyimpan optimisme untuk laga berikutnya. Ia berkata, “Kami adalah kelompok yang sudah menunjukkan bahwa kami percaya pada kebangkitan dan pernah melakukannya.”


Evaluasi usai Kekalahan dari Girona

Bek Barcelona, Pau Cubarsi, mencetak gol yang kemudian dianulir ketika menghadapi Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Metropolitano Stadium, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO / AFP)

Kekalahan dari Girona juga menjadi bahan refleksi serius bagi tim. Cubarsi menilai performa mereka jauh dari standar yang diharapkan.

Ia berkata, “Kami harus meningkatkan diri, mereka tidak bisa mencetak dua gol seperti itu, kami bermain buruk dan kekurangan sedikit dari segalanya.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa masalah tidak hanya terletak pada satu lini permainan.

Bek berusia muda tersebut menekankan pentingnya introspeksi agar kesalahan serupa tidak terulang. Ia berkata, “Kami harus melakukan kritik terhadap diri sendiri dan membenahi permainan kami.”

Dengan dua kekalahan beruntun, Barcelona kini berada pada titik krusial musim ini. Namun, semangat untuk bangkit masih terjaga melalui komitmen para pemain untuk memperbaiki performa secara kolektif.

Sumber: Barca Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya