Arsenal Buang Kemenangan di Kandang Wolves, Mikel Arteta Murka ke Pemainnya Sendiri

Mikel Arteta meluapkan kekecewaannya setelah Arsenal gagal menang saat bertandang ke markas Wolverhampton, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 19 Februari 2026, 10:06 WIB
William Saliba berebut bola dengan Tolu Arokodare dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Mikel Arteta meluapkan kekecewaannya setelah Arsenal gagal mengamankan kemenangan saat bertandang ke markas Wolverhampton, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Bermain di Stadion Molineux, The Gunners harus puas dengan hasil imbang 2-2 dalam laga yang sarat drama.

Hasil ini terasa seperti kekalahan bagi Arsenal. Sempat unggul dua gol, mereka justru kebobolan di masa injury time dan kehilangan peluang untuk memperlebar jarak menjadi tujuh poin dari rival utama, Manchester City, di papan atas Liga Inggris.

Arsenal tampil meyakinkan pada babak pertama. Gol dari Bukayo Saka dan Piero Hincapié membuat tim tamu memimpin 2-0 dan terlihat berada di jalur yang tepat untuk membawa pulang tiga poin.

Namun, Wolves menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Hugo Bueno membuka harapan tuan rumah lewat gol jarak jauh spektakuler yang memperkecil ketertinggalan.

Petaka bagi Arsenal datang di penghujung laga. Kiper David Raya gagal mengamankan bola dengan sempurna, yang kemudian dimanfaatkan oleh Tom Edozie. Meski Riccardo Calafiori berusaha menghalau, bola terlanjur melewati garis gawang dan memastikan skor akhir 2-2.


Arteta: Kami Tidak Tampil di Level Mana Pun

Andre dan Noni Madueke berebut bola dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Usai pertandingan, Arteta tak menutupi rasa frustrasinya. Pelatih asal Spanyol itu menyebut timnya tidak menunjukkan standar yang dibutuhkan untuk memenangi pertandingan Liga Inggris.

“Sangat sulit menerimanya. Di babak kedua kami tidak bermain seperti yang seharusnya dan seperti yang dibutuhkan untuk menang di Premier League,” ujar Arteta.

Ia menegaskan bahwa timnya pantas menerima konsekuensi dari penampilan buruk tersebut. “Kami harus menerima pukulan ini karena kami memang pantas mendapatkannya. Hal-hal mendasar harus dilakukan jauh lebih baik,” tegasnya.

Arteta juga menyoroti inkonsistensi performa Arsenal dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, tim harus mampu “berdiri tegak” ketika menghadapi tekanan.

“Di liga, ini adalah realitas bahwa kami tidak cukup konsisten dalam beberapa bulan terakhir. Saat menghadapi kesulitan, kami harus menunjukkan seberapa besar keinginan kami dan seberapa bagus kualitas kami,” tambahnya.


Saka Akui Standar Tim Menurun

Duel Mateus Mane dan Bukayo Saka dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Nada serupa disampaikan Saka dalam wawancara pascalaga. Winger andalan Arsenal itu mengakui adanya perbedaan mencolok antara performa tim di dua babak.

“Kecewa. Tidak banyak yang bisa dikatakan. Ada perbedaan besar antara permainan kami di babak pertama dan kedua,” ujarnya.

Menurut Saka, Arsenal menurunkan standar permainan mereka setelah jeda, dan langsung mendapat hukuman dari Wolves. Ia menekankan bahwa perbaikan ada di tangan para pemain sendiri.

“Kami menurunkan standar dan kami dihukum. Sekarang waktunya fokus pada diri sendiri, meningkatkan standar dan performa kami. Itu ada dalam kendali kami,” katanya.


Tekanan Meningkat Jelang Derby London Utara

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berdiri di tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Hasil ini membuka peluang bagi Manchester City untuk memangkas jarak menjadi dua poin jika mampu mengalahkan Newcastle pada akhir pekan. Situasi tersebut membuat laga Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur menjadi krusial bagi Arsenal.

Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, Arsenal tak punya banyak ruang untuk kesalahan. Jika ingin tetap berada di jalur juara, respons cepat dan konsistensi mutlak diperlukan dari skuad asuhan Arteta.

Sumber: The Sun


Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya