Wesley Sneijder Semprot Gianluca Prestianni Usai Dugaan Rasis pada Vinicius: Bersikap Jantan!

Wesley Sneijder kecam keras Gianluca Prestianni atas dugaan rasisme ke Vinicius Junior saat Benfica vs Real Madrid di Liga Champions.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 18 Februari 2026, 17:49 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Liputan6.com, Jakarta - Laga Real Madrid dan Benfica pada leg pertama play-off 16 Besar Liga Champions, Rabu (18/2) dini hari WIB, menyisakan kontroversi serius dan memantik reaksi dari Wesley Sneijder. Pertandingan di Lisbon itu tak hanya soal skor 1-0.

Gol kemenangan dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-50. Namun, selebrasi sang winger justru memicu ketegangan di atas lapangan.

Situasi memanas setelah muncul dugaan ujaran rasis dari gelandang Benfica, Gianluca Prestianni. Insiden tersebut menjadi sorotan luas dan menutup narasi teknis pertandingan.

Reaksi keras pun datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari mantan pemain Real Madrid, Wesley Sneijder, yang menyampaikan kritik terbuka terhadap Prestianni.


Sneijder: Kalau Mengatakannya, Jangan Sembunyi

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Berbicara kepada media usai pertandingan, Sneijder menilai tindakan Prestianni tidak dapat dibenarkan. Ia menyebut sikap sang pemain jauh dari nilai sportivitas.

“Prestianni seharusnya bersikap jantan, dan jangan menutup mulutnya saat mengatakan itu kepada Vinicius. Jika Anda akan mengatakannya, setidaknya katakanlah tanpa menutup mulut Anda," buka Sneijder dikutip dari Madrid Universal.

Sneijder menekankan bahwa tindakan tersebut memperburuk citra sepak bola. Ia menilai perilaku semacam itu tidak pantas terjadi di level tertinggi kompetisi Eropa.

Menurutnya, pemain profesional harus bertanggung jawab atas setiap ucapan dan tindakan di lapangan. Terlebih dalam laga sebesar Liga Champions yang disaksikan jutaan pasang mata.


Rasisme Tidak Punya Tempat di Sepak Bola

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AP Photo/Pedro Rocha)

Sneijder kemudian berbicara lebih tegas soal isu rasisme. Ia menyampaikan bahwa praktik diskriminatif adalah noda besar bagi olahraga.

“Sungguh memalukan bahwa orang-orang masih terus menyebut orang kulit hitam sebagai ‘Monyet’!," tegasnya.

“Oh, dan satu hal lagi. Prestianni benar-benar memiliki rekan satu tim berkulit hitam! Apa yang mereka pikirkan?” tambah pemain yang pernah juara Liga Champions bersama Inter Milan itu.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Sneijder yang menolak segala bentuk diskriminasi. Ia menyayangkan masih adanya insiden serupa di era sepak bola modern.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya