Pemain Muslim Sambut Baik Kebijakan Operator Liga Inggris, Jeda untuk Buka Puasa Kembali Diterapkan

Liga Inggris dan English Football League kembali menerapkan jeda singkat selama Ramadan agar pemain Muslim bisa berbuka puasa.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 20 Februari 2026, 00:00 WIB
Gelandang Chelsea asal Argentina Enzo Fernandez (kiri), striker Everton asal Inggris Demarai Gray, bek Chelsea asal Prancis Wesley Fofana berebut bola saat Liga Inggris antara Chelsea dan Everton di Stamford Bridge di London pada 18 Maret 2023. (Glyn KIRK / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Premier League dan operator kompetisi sepak bola Inggris akan mempertahankan prosedur selama Ramadan 2026, dengan menghentikan sejenak pertandingan untuk memberi waktu para pemain Muslim berbuka puasa. Kesepakatan ini pertama kali dilakukan pada 2021.

Terbenamnya matahari di Inggris tahun ini berkisar pukul 17:00 hingga 19:00 waktu setempat. Maka, laga yang dimulai pukul 16:30 atau 17:30 bakal menerapkan mekanisme tersebut.

Jeda biasanya bakal dilakukan pada bola mati ketika waktu berbuka sudah lewat, misalnya tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam. 

Jeda Pertama di Inggris

Reaksi bahagia pemain Chelsea, Wesley Fofana setelah timnya berhasil menang atas Leeds United pada laga pekan ke-26 Liga Inggris 2022/2023 yang berlangsung di Stamford Bridge, London, Sabtu (05/03/2023) malam WIB. The Blues menang dengan skor 1-0. (AP Photo/David Cliff)

Jeda untuk pemain berbuka di Inggris terjadi pertandingan antara Leicester City dan Crystal Palace pada April 2021. Laga dihentikan saat tendangan gawang sekitar setengah jam pertandingan berlangsung.

Wesley Fofana dari Leicester City serta pemain Crystal Palace Cheikhou Kouyate diberi kesempatan berbuka untuk mengisi kembali energi dengan cairan dan gel energi.

Kemudahan Menjalankan Keyakinan

Pemain Everton, Abdoulaye Doucoure mencetak gol ke gawang Brighton pada laga pekan ke-35 Liga Inggris 2022/2023 di American Express Community Stadium, Brighton, Inggris, Selasa (09/05/2023) WIB. The Toffees menang dengan skor 5-1. (AP Photo/PA/Adam Davy)

Abdoulaye Doucoure, mantan pemain Everton, mengatakan bahwa kebebasan yang diberikan Liga Inggris kepada pemain merupakan nilai plus dan tidak memudahkan pemain menjalankan keyakinan mereka.

“Saya berpuasa setiap hari, saya tidak pernah melewatkan satu hari pun. Itu sudah menjadi hal yang biasa dan sangat mudah bagi saya,” ungkap Doucoure kepada BBC Sport pada 2023.

Selama Ramadan berlangsung mantan pemain Everton tersebut tidak merasa berat, karena jadwal latihan dan makanan yang disiapkan oleh klub selaalu halal. 

Pada tahun 2022, mantan pemain Liverpool Sadio Mane mengungkapkan hal serupa. Dia menyebut klub mengubah jadwal latihan untuk mendukung para pemain Muslim selama bulan Ramadan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya