Benfica vs Madrid: Kericuhan di Estadio da Luz dan Sejarah Serangan Rasisme ke Vinicius

Vinicius Junior membuat cerita di laga Benfica vs Madrid.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 18 Februari 2026, 15:40 WIB
Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kiri) usai mencetak gol pada laga play-off Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Benfica vs Madrid di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari, berubah menjadi kekacauan setelah gol menakjubkan Vinicius Junior yang membuka skor di awal pada babak kedua. 

Pemain sayap asal Brasil, Vinicius Junior mencetak gol luar biasa melalui aksi individu yang memukau untuk membawa Los Blancos unggul. Namun, kegembiraan itu sirna seketika setelah ia diduga menjadi target pelecehan rasis dari oknum pendukung di tribun penonton. 

Setelah kurang dari sebulan As Aguias mengukir kemenangan tak terlupakan 4-2 saat melawan Los Blanocs di fase liga, kedua raksasa Iberia itu bertemu kembali untuk leg pertama pertandingan babak gugur play-off di kandang Benfica yang penuh sesak.

Setelah membungkam pendukung tuan rumah lewat golnya, Vinicius menari di dekat bendera sudut lapangan untuk merayakan sehingga memancing penggemar Benfica yang berada di dekatnya. Dia kemudian mendapat kartu kuning dari wasit tak lama usai menjadi sasaran lemparan benda dari penonton karena dianggap memprovokasi.


Wasit Turun Tangan Atas Aksi Rasisme

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, berbicara dengan pelatih Benfica, Jose Mourinho, setelah rekan setimnya, Vinicius Junior (di belakang), mendengarkan hinaan rasial selama pertandingan leg pertama play-off babak gugur Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Keributan berlanjut antara para pemain sebelum dimulainya kembali pertandingan. Situasi semakin memburuk ketika Vinicius menuduh pemain lain melakukan pelecehan rasis terhadapnya. Penggawa Benfica Gianluca Prestianni ditudingnya mengatakan sesuatu kepada Vinicius yang langsung menghampiri wasit. 

Francois Letexier, wasit asal Prancis dengan cepat melakukan gesture untuk menjalankan protokol anti-rasisme UEFA dan pertandingan dihentikan.


Pembelaan Rekan Setim

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Sementara kekacauan terus berlanjut, pemain Real Madrid keluar lapangan dan kemudian duduk di bangku cadangan.  Teman setimnya, Kylian Mbappe berlanjut adu mulut dengan pemain Benfica Nicolas Otamendi disertai luapan amarah.

Akhirnya wasit melanjutkan pertandingan, dan Vinicius kembali ke lapangan setelah dicemooh dengan keras oleh pendukung Benfica setiap kali menguasai bola.  


Penderitaan Vinicius

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pembuka bersama pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada laga play-off Liga Champions antara SL Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Perlakuan seperti ini bukanlah hal yang baru selama karier Vinicius. Insiden pertama mencuat pada tahun 2023. 

Vinicius pernah menjadi sasaran nyanyian rasis dari pendukung Valencia pada pertandingan La Liga. Sebuah patung tiruan yang menghina dirinya juga pernah digantung di sebuah jembatan di Spanyol, yang berujung pada penangkapan empat orang tersangka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya