Atlet Disabilitas Harus Pintar Atur Bonus Prestasi, Kemenpora Siapkan Pendampingan Literasi Keuangan

Bonus prestasi yang diterima atlet disabilitas nasional perlu dikelola dengan baik agar bisa menjadi sumber keuangan produktif dan berkelanjutan.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 17 Februari 2026, 09:00 WIB
Atlet Disabilitas Harus Pintar Atur Bonus Prestasi, Kemenpora Siapkan Program Pendampingan Literasi Keuangan. Foto: Humas Kemenpora.

Liputan6.com, Jakarta - Atlet disabilitas perlu memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan agar bisa bermanfaat hingga masa pensiun.

Untuk itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menyiapkan program pendampingan literasi keuangan bagi atlet paralimpiade nasional guna memastikan bonus prestasi dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir saat mengunjungi Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah. Pemerintah, kata Erick, tidak ingin bonus bernilai besar yang diterima atlet usai prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2025 hanya habis untuk konsumsi jangka pendek.

“Kita akan mendampingi melalui literasi keuangan supaya para atlet ini bisa menabung dan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujar Erick, Sabtu (14/2/2026) mengutip laman Info Publik.

Menurutnya, penguatan manajemen keuangan menjadi krusial mengingat atlet disabilitas berpotensi menerima bonus dalam jumlah signifikan setelah meraih 135 medali emas pada ajang tersebut. Pemerintah ingin memastikan dana tersebut dapat dikembangkan menjadi aset produktif yang menopang kesejahteraan atlet hingga masa pensiun.

Di sisi lain, Kemenpora menegaskan fokus pembinaan tidak berhenti pada capaian regional. Pemerintah kini mempercepat persiapan menuju Asian Para Games 2026 di Jepang, termasuk melalui pelatihan nasional (pelatnas) berkelanjutan dan konsolidasi program latihan.

Erick menyebut koordinasi dengan National Paralympic Committee (NPC) terus dilakukan untuk menyusun target dan strategi, meski di tengah keterbatasan anggaran. Kemenpora juga melakukan penyesuaian dan penyisiran anggaran agar program pembinaan tetap berjalan optimal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga disabilitas sekaligus menjamin kesejahteraan atlet setelah puncak karier kompetitif mereka berakhir.

Atlet adalah Duta Bangsa

Dalam kesempatan itu, Erick juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan di Paralympic Training Center Indonesia (PTC), Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya, Menpora menegaskan bahwa Presiden menaruh perhatian besar terhadap pembinaan olahraga, termasuk cabang paralimpiade. Menurutnya, atlet dan prestasi olahraga merupakan representasi kekuatan serta martabat bangsa di kancah internasional.

“Presiden menyampaikan bahwa atlet dan olahraga adalah duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia,” ujar Erick saat jumpa pers.

Persiapan Hadapi Asian Para Games 2026

Kunjungan dilakukan dalam rangka memantau persiapan atlet menuju Asian Para Games 2026. Erick didampingi Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun, serta jajaran pengurus.

Dia meninjau sejumlah arena latihan, termasuk akuatik, anggar, bulutangkis, angkat berat, tenis meja, menembak, dan boccia. Ia juga melihat fasilitas pendukung seperti sasana kebugaran yang difungsikan untuk pengembangan sport science serta latihan atlet balap sepeda, hingga asrama tempat atlet menginap.

Selain berdialog dan memberi motivasi, Erick turut mencoba cabang tenis meja dan boccia bersama atlet. Ia menilai fasilitas PTC tergolong modern, lengkap, dan bertaraf internasional.

“Saya menyaksikan langsung fasilitas yang luar biasa ini. Pemerintah membuktikan hadir dan tidak membedakan dukungan bagi seluruh kegiatan NPC Indonesia,” tegasnya.

Ketua NPC Indonesia Senny Marbun menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Ia berharap motivasi yang diberikan Menpora menjadi energi tambahan bagi atlet untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di level Asia.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga disabilitas, sekaligus memastikan kesiapan atlet menghadapi kompetisi internasional pada 2026 mendatang.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya