Citizen6, Besikama: Banjir Benenain yang melanda 3 kecamatan di wilayah Kabupaten Malaka, yakni Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Malaka Tengah, dan Kecamatan Weliman Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan trauma bagi para korbannya.
Tercatat ribuan rumah dan ribuan hektar sawah ladang rusak diterjang luapan Sungai Benenain, sejak Selasa 24 Juni 2013 lalu.
Banjir akibat luapan Sungai Benanain ini melanda 36 desa di 3 kecamatan, yakni di Kecamatan Malaka Barat meliputi Motaulun, Naas, Maktihan, Besikama, Lasaen, Umatoos, Fafoe, Sikun, Oan Mane, Umalor, Motain, Rabasahain, Loofoun, dan Rabasa Haerain. Sedangkan di Kecamatan Weliman daerah yang dilanda banjir adalah Kleseleon, Angkaes, Wederok, Lamudur, Forekmodok, Umalawain, Haliklaran, dan Bonetasea. Saat ini, para korban banjir mengungsi di kawasan Wekmidar, yang tidak terkena luapan air bah.
Dari 3 kecamatan ini terdapat 3 wilayah paroki yang menjadi korban banjir Malaka, yakni St Yohanes Pemandi Besikama, St Antonius Padua Kleseleon, dan St Fransiskius Xaverius Bolan. Ketiganya melayani umat yang berada di 3 kecamatan dan terletak di pesisir DAS Benenain.
Pastor St Antonius Padua Kleseleon, Rm Hendrikus Hale Pr mengungkapkan, "Ke depannya pemerintah serta semua pihak terkait perlu mengambil langkah antisipatif untuk menanggulangi bencana banjir ini. Melalui pembangunan tanggul yang menjadi titi-titik jebol banjir di beberapa daerah pesisir seperti Mota Ulun, seperti yang telah dibuat pemerintah pada 2010 lalu dengan membangun tanggul permanen di Desa Uma Au."
Pastor yang telah berkarya di St Antonius Padua Kleseleon sejak 2001 lalu ini juga menambahkan, ada sekitar 800 KK di wilayahnya yang perlu mendapat bantuan langsung dengan 3 desa yang parah terkena banjir, yakni Desa Mota Ulun, Desa Maktihan, dan Desa Naas.
Ada pula warga di Paroki St Yohanes Pembaptis yang sebagian sudah di evakuasi termasuk pastornya, Rm Pius Nahak Berek Pr ke tempat yang lebih tinggi di wilayah Betun, Weliman dan beberapa daerah lainnhya. Namun ada pula sebagian besar warga yang masih terjebak banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter khususnya di wilayah Desa Sikun, Airae, Rabasahain, Lasaen, Umatoos, dan Fafoe.
Akibat dihantam banjir serta endapan lumpur, kondisi gereja Besikama rusak berat. Tim SAR dan gabungan yang diturunkan pun mengalami kesulitan dalam mengevakuasi karena medan yang cukup sulit dijangkau mengingat banjir air yang disertai endapan lumpur pekat.
Berdasarkan informasi dari Kecamatan Malaka Barat, ada 5610 KK yang membutuhkan bantuan akibat digenangi air bah yang belum juga surut. Rusaknya ribuan hektar lahan pertanian yang juga menjadi tumpuan nafkah membuat penduduk tak berdaya dan berpasrah pada nasib dan bantuan pihak terkait.
Bagi masyarakat yang ingin meringankan penderitaan korban banjir Sungai Benanain, bisa menyalurkan bantuan pada alamat di bawah ini:
POSKO "Forum Solidaritas Korban Benanai", d.a Kios Terrarosa, Jl Prof Herman Johanes, Gg Fioretti T009/RW003, Desa Penfui Timur - Kupang Tengah, NTT A.n Herman Seran. Atau bisa menghubungi Koordinator Forum Solidaritas Korban Benanai dengan Herman Seran di no +628119106807, Romo Pius Nahak, Pr di no 0815239135482, Romo Leo Mali, Pr di no +6281210280355. (Pongky Seran/Mar)
Pongky Seran adalah pewarta warga.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com
Tercatat ribuan rumah dan ribuan hektar sawah ladang rusak diterjang luapan Sungai Benenain, sejak Selasa 24 Juni 2013 lalu.
Banjir akibat luapan Sungai Benanain ini melanda 36 desa di 3 kecamatan, yakni di Kecamatan Malaka Barat meliputi Motaulun, Naas, Maktihan, Besikama, Lasaen, Umatoos, Fafoe, Sikun, Oan Mane, Umalor, Motain, Rabasahain, Loofoun, dan Rabasa Haerain. Sedangkan di Kecamatan Weliman daerah yang dilanda banjir adalah Kleseleon, Angkaes, Wederok, Lamudur, Forekmodok, Umalawain, Haliklaran, dan Bonetasea. Saat ini, para korban banjir mengungsi di kawasan Wekmidar, yang tidak terkena luapan air bah.
Dari 3 kecamatan ini terdapat 3 wilayah paroki yang menjadi korban banjir Malaka, yakni St Yohanes Pemandi Besikama, St Antonius Padua Kleseleon, dan St Fransiskius Xaverius Bolan. Ketiganya melayani umat yang berada di 3 kecamatan dan terletak di pesisir DAS Benenain.
Pastor St Antonius Padua Kleseleon, Rm Hendrikus Hale Pr mengungkapkan, "Ke depannya pemerintah serta semua pihak terkait perlu mengambil langkah antisipatif untuk menanggulangi bencana banjir ini. Melalui pembangunan tanggul yang menjadi titi-titik jebol banjir di beberapa daerah pesisir seperti Mota Ulun, seperti yang telah dibuat pemerintah pada 2010 lalu dengan membangun tanggul permanen di Desa Uma Au."
Pastor yang telah berkarya di St Antonius Padua Kleseleon sejak 2001 lalu ini juga menambahkan, ada sekitar 800 KK di wilayahnya yang perlu mendapat bantuan langsung dengan 3 desa yang parah terkena banjir, yakni Desa Mota Ulun, Desa Maktihan, dan Desa Naas.
Ada pula warga di Paroki St Yohanes Pembaptis yang sebagian sudah di evakuasi termasuk pastornya, Rm Pius Nahak Berek Pr ke tempat yang lebih tinggi di wilayah Betun, Weliman dan beberapa daerah lainnhya. Namun ada pula sebagian besar warga yang masih terjebak banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter khususnya di wilayah Desa Sikun, Airae, Rabasahain, Lasaen, Umatoos, dan Fafoe.
Akibat dihantam banjir serta endapan lumpur, kondisi gereja Besikama rusak berat. Tim SAR dan gabungan yang diturunkan pun mengalami kesulitan dalam mengevakuasi karena medan yang cukup sulit dijangkau mengingat banjir air yang disertai endapan lumpur pekat.
Berdasarkan informasi dari Kecamatan Malaka Barat, ada 5610 KK yang membutuhkan bantuan akibat digenangi air bah yang belum juga surut. Rusaknya ribuan hektar lahan pertanian yang juga menjadi tumpuan nafkah membuat penduduk tak berdaya dan berpasrah pada nasib dan bantuan pihak terkait.
Bagi masyarakat yang ingin meringankan penderitaan korban banjir Sungai Benanain, bisa menyalurkan bantuan pada alamat di bawah ini:
POSKO "Forum Solidaritas Korban Benanai", d.a Kios Terrarosa, Jl Prof Herman Johanes, Gg Fioretti T009/RW003, Desa Penfui Timur - Kupang Tengah, NTT A.n Herman Seran. Atau bisa menghubungi Koordinator Forum Solidaritas Korban Benanai dengan Herman Seran di no +628119106807, Romo Pius Nahak, Pr di no 0815239135482, Romo Leo Mali, Pr di no +6281210280355. (Pongky Seran/Mar)
Pongky Seran adalah pewarta warga.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com