Hari Kanker Anak Sedunia 2026: Ancaman Malanutrisi yang Sering Luput dari Perhatian

Hari Kanker Anak Sedunia 2026 soroti ancaman malanutrisi pada pasien kanker anak yang dapat hambat terapi dan pemulihan.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 15 Februari 2026, 13:48 WIB
Hari Kanker Anak Sedunia jadi pengingat bahaya malanutrisi pada pejuang kanker anak yang bisa mengganggu terapi dan memperburuk kondisi. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kanker Anak Sedunia yang tahun ini mengusung tema 'Demonstrating Impact: From Challenge to Change' menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya langkah nyata dalam mendukung pejuang kanker anak. Sebab, kanker bukan hanya penyakit orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalaminya.

Data dari Indonesian Pediatric Cancer Registry mencatat bahwa pada periode 2021 s.d 2022 terjadi lonjakan kasus baru kanker anak sebanyak 3.834 kasus. Angka ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kanker anak harus menjadi prioritas bersama.

Penyebab Kanker pada Anak Berbeda dengan Orang Dewasa

Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra M.Gizi, AIFO-K menjelaskan bahwa penyebab kanker pada anak berbeda dengan orang dewasa.

"Kanker yang dialami anak bukan karena makanan tidak sehat. Penyebab utamanya adalah perubahan genetik atau mutasi DNA. Selain itu bisa juga karena paparan polutan, serta pertumbuhan sel abnormal yang tidak mampu dimatikan oleh tubuh," ujar Dedy.

Dia, menegaskan, nutrisi merupakan terapi fondasi dalam keberhasilan pengobatan kanker anak usia dini.

Nutrisi Jadi Penopang Keberhasilan Terapi

Dalam peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, isu nutrisi menjadi sorotan penting. Nutrisi bukan sekadar soal makan, tapi menjadi penopang tubuh untuk menghadapi efek samping kemoterapi dan mempercepat pemulihan.

Sebaliknya, kekurangan gizi dapat menghambat jadwal kemoterapi. Kondisi ini dikenal sebagai malanutrisi.

"Malanutrisi adalah gejala awal dimulainya anoreksia, yaitu hilangnya nafsu makan. Jika tidak ditangani, kondisi ringan bisa berkembang menjadi cachexia," tambahnya.

Cachexia tidak hanya menyebabkan penurunan berat badan, tapi juga hilangnya massa otot secara progresif disertai gangguan metabolik. Jika berlanjut, kata Dedy, kondisi ini dapat berkembang menjadi sarcopenia, yakni hilangnya massa dan kekuatan otot secara signifikan.

Oleh sebab itu, Dedy mengingatkan bahwa deteksi dini risiko malanutrisi menjadi sangat penting dalam perawatan kanker anak.

 

Peran Ahli Gizi dan Dukungan Komprehensif

Hari Kanker Anak Sedunia jadi pengingat bahaya malanutrisi pada pejuang kanker anak yang bisa mengganggu terapi dan memperburuk kondisi. (Ilustrasi by AI)

Penanganan kanker anak tidak bisa dilakukan sendiri. Selain dokter, peran ahli gizi juga sangat dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Pemberian makanan dalam porsi kecil tapi padat gizi dapat membantu anak yang mengalami kesulitan makan selama terapi. Namun, dalam beberapa kondisi, kebutuhan nutrisi tidak dapat terpenuhi hanya dari makanan biasa.

"Kalbe memperhatikan tantangan pemenuhan nutrisi yang dialami pejuang kanker anak melalui Nutrican Xential. Umumnya, kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi bukan karena kemauan, tetapi karena efek terapi seperti sariawan, mual, atau muntah," ujar Brand Owner Nutrican, Yulius Denis Chrismaaji.

Nutrican Xential merupakan suplemen berbentuk susu yang diformulasikan khusus untuk pasien kanker anak. Produk ini mengandung tinggi protein, tinggi kalori, omega-3, serta 13 vitamin dan 8 mineral untuk membantu pemenuhan energi dan protein selama pengobatan.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya