Liputan6.com, Jakarta - Bandung bjb Tandamata berhasil menjaga asa ke final four Proliga 2026. Klub kebanggaan warga Jawa Barat itu meraih kemenangan atas Medan Falcons (MFN) 3-1 24-26, 25-19, 25-18, 25-18) di GOR Utama, Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (14/02/26) malam WIB.
Kemenangan atas Falcons sangat penting bagi pasukan Risco Herlambang Matulessy. Selain memelihara peluang ke final four juga menjadi modal mengarungi tiga laga sisa musim reguler Proliga 2026.
Advertisement
Pada Minggu (15/2/2026), Bandung bjb Tandamata akan bertemu Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPP). Menurut Risco, tidak ada cara lain bagi anak-anak asuhnya untuk lolos ke final four, kecuali dengan menyapu kemenangan di tiga pertandingan tersisa.
Selain GPP di Bojonegoro, Bandung bjb Tandamata masih akan menghadapi Jakarta Livin' Mandiri (JLM) dan Jakarta Popsivo Polwan (JPP) di Seri Sentul, Bogor, Jawa Barat, pekan depan.
"Semua pertandingan tersisa harus kami menangkan. Kalau kita bisa memenangkan tiga pertandingan tersisa ini, insyaAllah kita bisa lolos ke final four," kata Risco menanggapi peluang timnya setelah mengalahkan MFN di GOR Utama, Bojonegoro.
Posisi 6 Klasemen
Saat ini, Bandung bjb Tandamata masih berada di urutan keenam klasemen sementara kelompok putri dengan 12 poin dari sembilan pertandingan. Tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu tertinggal empat angka dari JLM di urutan keempat yang sudah melakoni 10 pertandingan. Sementara di urutan kelima ada JPP yang mengoleksi 14 poin dari sembilan pertandingan yang sudah dilakoni.
Adapun GPP di urutan kedua klasemen sementara, hanya tinggal butuh satu angka lagi untuk lolos ke final four. Tim besutan Alessandro Lodi itu kini sudah mengoleksi 20 poin, disusul Jakarta Electric PLN Mobile (JEP) di posisi ketiga klasemen dengan 18 poin.
Meski kemenangan atas MFN, belum mendongkrak posisi tim asuhannya di papan klasemen, namun Risco optimis timnya bisa menunjukkan performa terbaik, ditambah lagi dengan hadirnya Giulia Angelina.
"Dia baru gabung beberapa hari, lagi pula setter kami juga kan belum terlalu nemu pola permainannya. Artinya, dari perpindahan Sonaly Cidrao ke Giulia Angelina kan masih harus dipelajari lagi oleh setter kita. Kalau Sonaly dan Ana (Anastasia Guerra) kan punya tipikal bolanya hampir sama, tapi kalau Angelina kan beda bolanya. Kalau Angelina bolanya harus tinggi tapi harus isi," kata Risco yang mengaku cukup puas dengan debut Angelina di pertand