Manchester United Diterpa Drama Rambut Suporter, Cunha Buka Suara: Tidak Peduli, Tidak Keren!

Matheus Cunha tak peduli tantangan potong rambut viral Frank Ilett saat Manchester United gagal raih lima kemenangan beruntun.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 15 Februari 2026, 02:13 WIB
Pemain Manchester United, Diogo Dalot, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko, berdiri di lapangan dengan ekspresi kecewa usai laga Premier League/Liga Inggris antara Man Utd vs Wolves di Manchester, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Nama Frank Ilett mendadak populer di kalangan fans Manchester United gara-gara satu hal yang tak biasa. Ia bersumpah tak akan memotong rambutnya sampai Setan Merah meraih lima kemenangan beruntun.

Janji itu dibuat sejak Oktober 2024 dan hingga kini masih belum terpenuhi. Rambutnya terus memanjang seiring inkonsistensi performa Man United di berbagai ajang.

Sempat muncul harapan ketika MU mencatat empat kemenangan berturut-turut di bawah komando Michael Carrick. Namun, hasil imbang 1-1 melawan West Ham memupus mimpi lima kemenangan beruntun tersebut.

Di tengah viralnya aksi itu, satu suara dari ruang ganti akhirnya angkat bicara. Matheus Cunha menegaskan bahwa ia sama sekali tidak tertarik pada drama gaya rambut tersebut.


Cunha Tak Tertarik Drama Rambut Viral Fan MU

Pemain Manchester United (MU), Matheus Cunha, berlari merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arsenal pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Bintang Manchester United, Matheus Cunha, secara terbuka mengomentari fenomena yang dilakukan Frank Ilett, yang dikenal juga sebagai The United Strand. Ia menilai fokus utama seharusnya tetap pada performa dan perolehan poin tim.

Menurut Cunha, terlalu banyak orang yang lebih sibuk membahas rambut ketimbang hasil di lapangan. Baginya, target 15 poin jauh lebih penting daripada sensasi di media sosial.

"Orang-orang lebih khawatir tentang mendapatkan lima kemenangan karena gaya rambutnya daripada tentang 15 poin. Jadi, saya lebih fokus pada 15 poin, saya sama sekali tidak peduli dengan gaya rambutnya," katanya kepada RomarioTV, via Goal.

"Kami kadang-kadang membicarakannya, tetapi itu tidak terlalu memotivasi kami. Kami tidak menganggapnya keren. Tidak ada yang menginginkan lima kemenangan itu lebih dari kami, atau lebih banyak kemenangan, apa pun itu. Tapi saya pikir tekanan dari gaya rambutnya sedikit menutupi keindahan yang bisa terjadi di musim ini, Anda tahu?"


Carrick Kecewa MU Gagal Raih Lima Kemenangan

Manajer Middlesbrough asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Piala Liga Inggris antara Middlesbrough dan Chelsea di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 9 Januari 2024. (Oli SCARFF/AFP)

Manchester United sebenarnya berada di jalur positif sebelum bertandang ke markas West Ham. Tim asuhan Michael Carrick mencatat empat kemenangan beruntun dan tampil cukup meyakinkan.

Namun, laga terakhir berakhir imbang 1-1 dan memutus momentum tersebut. Hasil itu membuat MU gagal menyempurnakan lima kemenangan beruntun yang dinantikan banyak pihak.

Carrick tak menampik adanya rasa kecewa di ruang ganti. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi semangat tim yang mampu mencetak gol penyelamat di menit-menit akhir lewat Benjamin Sesko.

"Saya rasa kami sedikit kecewa. Kami jelas tidak dalam performa terbaik. Kami telah memainkan lima pertandingan sekarang, dan kami berada di level yang sangat bagus. Ini tempat yang sulit untuk didatangi, mereka mempersulit, dan kami tidak memiliki ketajaman atau semangat yang cukup untuk menemukan solusi. Tetapi pada akhirnya, pujian besar untuk para pemain, semangat mereka terlihat lagi dalam gol di menit-menit akhir, dan saat kami membutuhkannya. Itu adalah kualitas yang hebat. Jadi, kami akan menerima satu poin ini dan kami akan melangkah maju," tegas Carrick.

(Goal)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya