Ratusan Siswa hingga Guru di Manggarai NTT Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Alami Diare dan Mual

Sejumlah siswa SD hingga guru di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG.

oleh Ola KedaDiterbitkan 14 Februari 2026, 22:00 WIB
Sejumlah siswa saat dilarikan ke rumah sakit usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis di Kabupaten Manggarai, NTT (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah siswa SD, guru hingga bidan di Desa Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Mereka mengalami gejala diare hingga demam. Dugaan keracunan MBG itu terjadi pada Kamis 12 Februari 2026.

Mereka terdiri atas 131 siswa dan guru SDN Ulu Belang, Kepala SMPN 15 Satar Mese beserta istrinya, serta seorang bidan yang bertugas di Pustu Ulu Belang.

Berdasarkan data medis, dari 131 orang yang sempat mengeluhkan pusing dan mual, mayoritas telah dinyatakan pulih.

Kepala Puskesmas Ponggeok, Adrianus Gaur, memastikan bahwa kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil dan terus membaik setelah mendapatkan penanganan medis intensif.

"Sampai saat ini yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Ponggeok dan Iteng sebanyak 32 orang," katanya.

Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Satar Mese bersama unsur terkait sedang melakukan penyelidikan melalui sampel makanan yang sudah diambil untuk dilakukan pemeriksaan penyebab dugaan keracunan tersebut.

Polsek Satar Mese juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai yang telah mengambil sampel makanan dan air untuk uji laboratorium secara transparan. "Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan memercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang," ujar Kapolsek Satar Mese, Iptu Kiki Bachsoan, Sabtu (12/2/2026).

 

Layani 2.445 Siswa

Ia menjelaskan operasional penyediaan makanan melalui SPPG Papang (Yayasan Nircla Putri Angkasa) melayani 2.445 orang dengan prosedur yang sangat ketat sejak Desember 2025.

Ia mengakui, mekanisme pelaksanaan MBG, mulai dari proses memasak, standar gizi, hingga higienitas tempat makan, dilakukan dengan kontrol yang sangat ketat.

"Ini adalah kejadian pertama sejak operasional berjalan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan kami pastikan bahwa program MBG yang merupakan program pemerintah untuk masyarakat adalah program yang baik untuk membantu anak-anak sekolah di seluruh Indonesia," tandasnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya