Barcelona Dibantai 4-0, Hansi Flick Semprot VAR Usai Drama 7 Menit di Metropolitano

Barcelona takluk 4-0 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hansi Flick kritik keras drama VAR 7 menit yang rugikan Blaugrana dalam laga panas tersebut

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 13 Februari 2026, 13:18 WIB
Pemain Barcelona, Jules Kounde, tampak kecewa setelah ditaklukkan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Skuad Blaugrana dipaksa menyerah dengan skor telak empat gol tanpa balas dalam laga semifinal Copa del Rey tersebut.

Kekalahan besar ini tentu memberikan rasa sakit yang mendalam bagi tim tamu. Namun, Hansi Flick selaku pelatih bukan hanya merasa geram karena hasil akhir di papan skor.

Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut tidak mampu menutupi kekecewaannya begitu pertandingan berakhir. Fokus utamanya tertuju pada kinerja wasit serta penggunaan teknologi VAR yang dianggapnya bermasalah.

Flick melontarkan kritik pedas terhadap keputusan wasit yang menganulir gol dari Pau Cubarsi. Ia mempertanyakan durasi pengecekan VAR yang dinilainya sangat tidak masuk akal bagi sebuah pertandingan sepak bola.


Drama VAR Tujuh Menit

Sebaliknya, Barcelona kini berada dalam situasi sulit dan memerlukan usaha luar biasa untuk membalikkan defisit empat gol tersebut. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kejadian kontroversial muncul ketika gol yang dicetak Barcelona diputuskan untuk dibatalkan. Tim VAR memerlukan waktu hampir delapan menit sebelum akhirnya menetapkan bahwa gol tersebut tidak sah.

Hansi Flick berpendapat bahwa penundaan yang terlampau lama tersebut telah merusak ritme permainan timnya. Ia merasa tidak melihat adanya pelanggaran ataupun posisi offside yang kasat mata dalam proses gol tersebut.

"Ini adalah sebuah kekacauan. Mereka harus menunggu hingga tujuh menit, ayolah. Apakah mereka baru menemukan sesuatu setelah tujuh menit itu?" ujar Flick sebagaimana dikutip dari Marca.

Flick menganggap keputusan yang diambil tersebut seolah-olah terlihat sangat dipaksakan. Dirinya juga menyesalkan minimnya penjelasan atau komunikasi dari para perangkat pertandingan yang bertugas.

"Ketika saya mengamati situasi tersebut, sangat jelas bahwa tidak ada posisi offside. Mungkin mereka melihat hal yang berbeda dari sudut pandang lain," tuturnya.

"Jika memang ada temuan lain, seharusnya beri tahu kami. Tidak ada komunikasi sama sekali dan ini sangat buruk," tegas Flick kembali.


Pelajaran Mahal di Babak Pertama

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, tampak kecewa setelah ditaklukkan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di samping permasalahan terkait keputusan wasit, Flick tetap berjiwa besar dengan mengakui performa buruk timnya. Ia menyoroti penampilan anak asuhnya yang kurang maksimal, terutama sepanjang babak pertama berlangsung.

Barcelona tampak kesulitan dalam menjaga kerapatan jarak antarlini selama pertandingan. Lamine Yamal dan kawan-kawan juga dinilai gagal menerapkan skema pressing yang efektif sehingga lawan bisa bermain lebih leluasa.

Lanjut Baca:

"Kami tidak menunjukkan performa yang baik di babak pertama. Kami tidak bermain sebagai sebuah kesatuan tim karena jarak antarlini yang terlalu lebar," aku Flick secara jujur. Atletico Madrid tampil dengan agresivitas tinggi serta rasa lapar akan gol yang sangat terlihat. Hal ini pun menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi barisan pemain muda yang menghuni skuad Barca saat ini. "Kami gagal melakukan penekanan dengan baik. Dalam 45 menit pertama, kami benar-benar mendapatkan pelajaran yang sangat krusial," imbuhnya lagi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya