Prabowo Instruksikan Kumpulkan Video yang Hina MBG, Mau Ditonton Setiap Malam

Presiden Prabowo menginstruksikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari untuk mengumpulkan video-video yang menghina program andalannya MBG.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 13 Februari 2026, 12:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Senin (10/2/2025). (Biro Pers Kepresidenan).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyadari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Bahkan ada yang menghina dan memaki program tersebut. Prabowo menyinggung adanya pihak yang tak hanya mengkritik, tapi meramalkan program MBG akan gagal. 

Prabowo menginstruksikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari untuk mengumpulkan video-video yang menghina program andalannya MBG. 

"Pak Qodari tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal. Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, 'MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia'." kata Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan SPPG Polri di Jakarta, Jumat (12/2/2026). 

Prabowo mengaku ingin menonton video-videp penghinaan MBG tersebut setiap malam. 

"Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina. Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. InsyaAllah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat," tegasnya. 

Kepala Negara heran karena selalu diejek dan dihina saat pertama kali memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis. Prabowo curhat, yang mengejek dirinya adalah para profesor.

"Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti," kata Prabowo. 

"Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal," sambungnya. 

Prabowo kembali mencurahkan isi hatinya. Dia heran dibilang menghambur-hamburkan uang negara demi program MBG. 

"Program ini menghambur-hamburkan uang. Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat," sambungnya.

Menurutnya, ungkapan dendam dan dengki adalah biasa. Tapi Prabowo tak menampik, hinaan itu membuatnya sedih. 

"Sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya," jelasnya. 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya