PGEO Kembangkan Green Hydrogen di Terminal Tanjung Sekong

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mendorong pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk penyediaan listrik tetapi juga dukung penerapan energi rendah karbon.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Februari 2026, 18:17 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani memberikan sambutan dalam acara Kick Off ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, Rabu, 11 Februari 2026. (Foto: Pertamina Geothermal Energy)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk PGEO) memperkuat perannya sebagai world leading geothermal producer company melalui dukungan pada inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong. Dukungan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.

Perseroan menyebutkan, keterlibatan sebagai kontribusi dalam menghadirkan solusi energi rendah emisi berbasis panas bumi untuk mendukung keberlanjutan operasional infrastruktur energi strategis nasional.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani menuturkan, keterlibatan PGE dalam inisiatif ini merupakan langkah konkret integrasi energi panas bumi ke dalam rantai nilai hilir sektor energi.

"PGE memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi melalui pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, kami mendorong pemanfaatan end-to-end panas bumi tidak hanya untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dan mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis,” kata Ahmad Yani, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

 

 

Dalam inisiatif ini, PGE berkontribusi melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi yang bersumber dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung.

Green hydrogen tersebut dikembangkan sebagai bagian dari pilot project dan diarahkan untuk mendukung sistem pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong, dengan target peningkatan porsi pemanfaatan listrik rendah karbon hingga mencapai sekitar 25 persen dari kebutuhan listrik operasional terminal secara bertahap.

Komitmen PGEO

PT Pertamina Gothermal Energy (PGE) menambah satu Wilayah Kerja (WK) Geothermal dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sehingga saat ini PGE mengoperasikan 15 WK. Dok Pertamina

Integrasi panas bumi ke dalam ekosistem operasional terminal ini menjadi bagian dari sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group dalam mendukung agenda dekarbonisasi serta menurunkan emisi yang berasal dari penggunaan listrik untuk kegiatan operasional terminal. Inisiatif ini juga mencerminkan pengembangan model pemanfaatan energi terbarukan yang dapat diterapkan pada fasilitas energi strategis lainnya.

Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET). Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) dan kemampuan melayani kapal hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT), terminal ini memasok sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional dan berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga.

Melalui dukungan terhadap Green Terminal Tanjung Sekong, PGE menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pemanfaatan panas bumi secara end-to-end, termasuk inovasi produk turunan seperti green hydrogen, guna mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.

Adapun acara Kick Off ESG Initiative, Green Terminal Tanjung Sekong dihadiri oleh jajaran pimpinan Pertamina Group, antara lain Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal Bayu Prostiyono, Direktur Operasi PT Pertamina Energy Terminal Rangga Raditya.

Selain itu, Direktur Perencanaan Bisnis PT Pertamina International Shipping Eka Suhendra, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho, serta jajaran manajemen dan perwira Pertamina Group.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya