Liputan6.com, Jakarta - Bolehkah membersihkan cangkang telur pakai sabun? Pertanyaan ini sering muncul ketika ingin memastikan telur tetap higienis sebelum dimasak. Meski tampak bersih, permukaannya bisa saja terpapar kotoran atau bakteri sehingga perlu penanganan yang tepat agar tetap aman dikonsumsi.
Banyak orang mengira mencuci dengan cairan pembersih adalah langkah terbaik. Namun, muncul kembali keraguan, bolehkah membersihkan cangkang telur pakai sabun? Kulit telur memiliki pori-pori halus yang dapat menyerap zat tertentu, sehingga cara membersihkannya tidak boleh sembarangan.
Advertisement
Karena itu, penting memahami prosedur yang benar sebelum penyimpanan maupun pengolahan. Pertanyaan bolehkah membersihkan cangkang telur pakai sabun? sebaiknya dijawab berdasarkan prinsip keamanan pangan agar kualitas telur tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan bolehkah membersihkan cangkang telur pakai sabun, Kamis (12/2/2026).
Tidak Disarankan Membersihkan Cangkang Telur dengan Sabun
Mengutip buku berjudul Teknologi Hasil Ternak (2017) oleh Imam Thohari, Mustakim, Masdiana Chendrakasih Padaga, Premy Puspitawati Rahayu, struktur fisik telur terdiri dari cangkang (shell), selaput cangkang (membran shell), rongga udara (air shell), putih telur (albumen), dan kuning telur (yolk).
Cangkang tersusun atas CaCO₃, MgCO₃, Ca₃(PO₄)₂ dan bahan-bahan organik terutama protein. Pada cangkang terdapat pigmen-pigmen yang memberi warna pada cangkang. Komposisi cangkang ayam terdiri dari: CaCO₃ = 93,7%, MgCO₃ = 1,3%, Ca₃(PO₄)₂ = 0,8%, bahan organik = 4,2%.
Telur memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula atau bloom pada permukaan cangkangnya. Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang yang mencegah bakteri serta udara masuk melalui ribuan pori-pori kecil pada cangkang. Mencuci telur dengan air, terlebih menggunakan sabun, dapat merusak bahkan menghilangkan lapisan pelindung tersebut.
Ketika kutikula hilang, pori-pori cangkang menjadi lebih terbuka sehingga bakteri seperti Salmonella lebih mudah masuk ke dalam telur. Selain itu, struktur cangkang yang berpori memungkinkan bahan kimia dari sabun atau deterjen terserap ke dalamnya. Residu yang tertinggal berisiko mencemari isi telur dan berbahaya jika dikonsumsi.
Mencuci telur dengan air dingin atau merendamnya juga dapat menyebabkan air beserta bakteri "terhisap" masuk akibat perbedaan suhu dan tekanan. Meskipun bagian luar tampak bersih, bakteri yang telah masuk dapat berkembang biak di dalam telur dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
Selain faktor keamanan, pencucian juga dapat memperpendek masa simpan. Telur yang sudah dicuci cenderung lebih cepat rusak karena kelembapan pada permukaannya meningkat. Kondisi ini memicu pertumbuhan mikroorganisme serta dapat memengaruhi kualitas bagian dalam, seperti putih telur yang menjadi lebih encer dan kuning telur yang lebih mudah pecah.
Cara Aman Membersihkan Cangkang Telur yang Kotor (Jika Diperlukan)
Jika telur dalam kondisi sangat kotor dan memang perlu dibersihkan, lakukan dengan cara yang lebih aman agar kualitas serta keamanannya tetap terjaga. Berikut beberapa metode yang dapat diterapkan:
1. Lakukan Pembersihan Kering (Dry Washing)
Metode ini paling disarankan sebelum telur disimpan. Gunakan kain kasar, spons kering, tisu bersih, atau sikat halus untuk menggosok kotoran secara perlahan. Cara ini efektif mengangkat debu dan sisa kotoran tanpa merusak lapisan pelindung alami (bloom) pada cangkang.
2. Gunakan Air Hangat Jika Terpaksa Dicuci
Apabila kotoran sangat membandel dan tidak bisa dibersihkan secara kering, gunakan air hangat dengan suhu sedikit lebih tinggi dari suhu telur (minimal 32°C dan lebih hangat dari suhu internalnya). Air hangat membantu mencegah bakteri masuk ke dalam pori-pori akibat perbedaan tekanan suhu.
3. Cuci di Bawah Air Mengalir, Jangan Direndam
Hindari merendam telur karena dapat meningkatkan risiko bakteri masuk melalui pori-pori cangkang. Sebaiknya cuci secara cepat di bawah air mengalir.
4. Segera Keringkan Setelah Dicuci
Setelah terkena air, telur harus langsung dikeringkan menggunakan tisu atau kain bersih. Permukaan yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur serta mempercepat kerusakan.
5. Gunakan Telur yang Sudah Dicuci Sesegera Mungkin
Telur yang telah dicuci dengan air memiliki masa simpan lebih pendek. Sebaiknya segera diolah dan tidak disimpan terlalu lama.
6. Tidak Perlu Mencuci Telur Kemasan Pabrik
Telur yang dijual di supermarket umumnya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi. Beberapa bahkan telah dilapisi minyak mineral nabati untuk membantu mencegah bakteri masuk, sehingga tidak perlu dicuci ulang di rumah.
Membersihkan Cangkang Telur untuk Keperluan Non-Konsumsi
Untuk penggunaan yang tidak berkaitan dengan konsumsi langsung, seperti kerajinan, pupuk, atau bahan pembersih, proses pembersihan cangkang telur dapat dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel. Berikut panduannya:
1. Untuk Kerajinan Tangan
- Bersihkan sisa putih dan kuning telur dari bagian dalam cangkang.
- Lepaskan selaput tipis (kulit ari) yang menempel agar tidak menimbulkan bau.
- Cuci bagian dalam menggunakan air, bisa ditambah sedikit cuka untuk membantu menghilangkan sisa kotoran.
- Jemur di bawah sinar matahari selama beberapa jam hingga benar-benar kering sebelum digunakan.
2. Untuk Pupuk Alami
- Bilas cangkang di bawah air mengalir sambil menggosok bagian dalam hingga tidak ada lendir yang tersisa.
- Pastikan selaput dalam sudah dibersihkan agar tidak memicu bau atau jamur.
- Keringkan dengan cara dijemur sampai benar-benar kering.
- Setelah kering, cangkang dapat dihancurkan atau diblender sebelum dicampurkan ke media tanam.
3. Sebagai Pembersih Abrasif Non-Toksik
- Keringkan cangkang hingga tidak lembap.
- Haluskan menggunakan blender atau ditumbuk manual.
- Campurkan bubuk cangkang dengan soda kue untuk membuat pembersih alami.
- Dapat pula digunakan untuk membersihkan termos kopi dengan tambahan air panas.
- Beberapa resep DIY mengombinasikan bubuk cangkang dengan sabun parut, baking soda, dan sedikit gula untuk menghasilkan pasta pembersih.
4. Untuk Pakan Ternak (Sterilisasi Tambahan)
- Setelah dibersihkan, rendam cangkang dalam air panas sekitar 80°C selama 15–30 menit guna membantu membunuh bakteri.
- Keringkan kembali sebelum dihancurkan dan dicampurkan ke pakan.
Q & A Seputar Topik
Bolehkah membersihkan cangkang telur pakai sabun?
Tidak disarankan membersihkan cangkang telur pakai sabun, terutama jika telur akan disimpan atau dikonsumsi, karena dapat merusak lapisan peliMengapa tidak boleh membersihkan cangkang telur dengan sabun?
Bagaimana cara membersihkan cangkang telur yang kotor dengan aman?
Untuk kotoran ringan, gunakan metode pembersihan kering dengan kain atau sikat halus. Jika sangat kotor, gunakan air hangat mengalir (bukan merendam) dan segera keringkan. Telur yang dicuci harus segera digunakan.
Apakah telur supermarket perlu dicuci lagi di rumah?
Telur supermarket umumnya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi di pabrik, serta diolesi minyak mineral nabati sebagai pelindung, sehingga tidak perlu dicuci lagi di rumah.