Satu Tahun Program CKG, Wamentrans Viva Yoga: Sehat Adalah Tanggung Jawab Negara

Wamentrans Viva Yoga menegaskan bahwa program CKG merupakan langkah strategis pemerintah untuk membangun fondasi masyarakat yang sehat.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 12 Februari 2026, 02:15 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Grab Excellence Center, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026). (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi meninjau langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Grab Excellence Center, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026). Kunjungan ini bertepatan dengan momen satu tahun implementasi program unggulan Pemerintah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga menegaskan bahwa program CKG merupakan langkah strategis pemerintah untuk membangun fondasi masyarakat yang sehat. Hal ini dinilai krusial guna memperkuat kedaulatan negara serta memacu produktivitas nasional di berbagai sektor.

“Sehat merupakan tanggung jawab negara dan ini merupakan komitmen dari Presiden Prabowo," tegasnya di hadapan awak media.

Selama kunjungan, Wamentrans disambut dengan hangat dan antusias oleh para mitra pengemudi Grab Bike. Beberapa driver juga berbagi cerita, mulai dari kisah keluarga hingga pengalaman menangani puluhan orderan setiap harinya.

Salah satu driver perempuan bahkan menceritakan bahwa anaknya yang kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lampung saat ini tengah magang di Komisi III DPR. Mendengar hal itu, Viva Yoga langsung memberikan apresiasi.

“Wah ini power emak-emak," ujar Viva Yoga yang disambut tawa pengunjung.

Viva Yoga menyampaikan bahwa program CKG telah berjalan selama satu tahun sejak diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 2025. Tahun lalu, ia juga sempat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Tebet.

“Tahun lalu saya berkunjung ke Puskesmas Tebet, hari ini meninjau CKG para driver Grab," ujarnya.

Pada 2025, sekitar 70 juta orang telah mendapatkan layanan kesehatan melalui program tersebut. Pemerintah menargetkan jumlah penerima meningkat menjadi 130 juta orang pada 2026.

“Masyarakat berhak untuk sehat," ujarnya.

 

Tindakan Preventif

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Grab Excellence Center, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026). (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Viva Yoga menegaskan, CKG merupakan wujud kehadiran negara dalam membentuk masyarakat sehat dan Indonesia yang kuat. Melalui layanan kesehatan gratis ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Cek kesehatan untuk tindakan preventif," jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan memungkinkan masyarakat mendeteksi awal gangguan kesehatan yang dialami sehingga dapat segera ditangani. “Bila ada penyakit yang dirasa kronis, penerima layanan akan dirujuk ke rumah sakit," pungkasnya.

Adapun dalam peninjauan kali ini, Viva Yoga mengatakan, ratusan mitra pengemudi telah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining pernapasan dan kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan menyesuaikan dengan risiko dari aktivitas harian para pekerja di lapangan.

“Kami datang ke tempat kerja untuk memantau kondisi kesehatan para pekerja sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam program cek kesehatan gratis. Karena sebagai pekerja, tentu mereka setiap hari beraktivitas dan dituntut untuk selalu sehat dalam mengembangkan produktivitasnya. Kalau sakit kan tidak bisa bekerja dan tidak bisa produktif,” katanya.

Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas nasional, tetapi juga menumbuhkan budaya dan ekosistem hidup sehat sebagai kebiasaan masyarakat Indonesia.

“Kita merasa bersyukur bahwa dengan cek kesehatan gratis di seluruh Indonesia, ini akan dapat membawa pada peningkatan produktivitas serta bisa mengurangi potensi penyakit koronis dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

 

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy mengapresiasi pelaksanaan program CKG yang digagas pemerintah. Menurutnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci agar program kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi.

“Hari ini ada ratusan peserta. Prosesnya memang bergulir karena ada pemeriksaan khusus kanker serviks yang memerlukan waktu lebih lama, sehingga harus diatur sesuai rasio tenaga medis agar waktu tunggu tidak terlalu lama dan mitra bisa kembali bekerja,” katanya.

Grab Indonesia telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta aktif menyosialisasikan program tersebut kepada para mitra pengemudi. Ke depan, perusahaan akan terus berkoordinasi untuk pelaksanaan CKG secara berkala di lokasi kerja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya