Liputan6.com, Jakarta - Raphinha menjalani musim yang sangat produktif bersama Barcelona. Perannya krusial saat klub Catalan itu menjuarai Liga dan bersaing di berbagai kompetisi elite Eropa.
Namun capaian tersebut tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan pengakuan individu. Nama Raphinha justru absen dari daftar peraih penghargaan tertinggi dunia, memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengamat.
Advertisement
Dalam wawancara terbaru, pemain asal Brasil itu secara terbuka mengungkap kekecewaannya. Ia menilai proses penilaian dalam ajang penghargaan individu tidak mencerminkan performanya di lapangan.
Kekecewaan atas Diabaikan Ballon d'Or dan FIFA Best
Raphinha menyoroti apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan dalam ajang Ballon d'Or dan FIFA Best 2025. Meski mencatatkan lebih dari 60 keterlibatan gol sepanjang musim, namanya gagal masuk jajaran penerima penghargaan utama.
Ia bahkan sempat disebut sebagai kandidat kuat peraih Bola Emas. Namun pada akhirnya, trofi tersebut jatuh ke tangan Ousmane Dembele, sementara Raphinha harus puas finis di posisi kelima.
Peringkat itu menempatkannya di bawah Dembele, Lamine Yamal, Vitinha, dan Mohamed Salah. Situasi serupa juga terjadi dalam pemungutan suara FIFA Best, di mana posisi tiga besar tak berhasil diraihnya.
Pengakuan justru datang dari Spanyol lewat Toresky Award sebagai Atlet Terbaik Tahun Ini. Raphinha mengaku apresiasi tersebut tetap berarti baginya.
“Kenyataannya, pengakuan atas kerja keras Anda itu sangat istimewa. Pada akhirnya, mengetahui bahwa Anda sudah memberikan yang terbaik dan menerima penghargaan adalah hal yang sangat memuaskan."
"Bagi saya, yang paling penting adalah gelar tim, itulah alasan saya datang ke klub ini. Tetapi jika saya bilang penghargaan individu tidak penting, itu bohong,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan perasaannya soal musim yang ia jalani.
“Saya tidak berutang apa pun kepada siapa pun. Saya tahu musim yang saya jalani dan saya tahu itu sangat tidak adil. Pada akhirnya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami kendalikan," lanjut Raphinha
"Saya tidak punya kendali atas apa pun di luar lapangan. Pada akhirnya, Anda harus ramah dengan orang-orang yang memberikan suara. Saya adalah orang yang akan memberikan hasil di lapangan, dan apa pun yang terjadi, saya puas dengan musim yang saya jalani,” katanya.