Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Jejak Duka Diandra Episode kali ini mengisahkan, Diandra melangkah masuk ke kamar Freya dengan sangat hati-hati, seolah takut kehadirannya akan mengusik suasana. Langkahnya nyaris tak bersuara, sementara napasnya terasa tertahan di dada. Kedua matanya tampak memerah, dipenuhi air mata yang menggenang, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak membiarkannya jatuh. Ada pergulatan perasaan yang jelas terlihat di wajahnya.
Di atas ranjang rumah sakit, Freya duduk sambil memeluk erat boneka-boneka pemberian Jordan. Boneka itu seakan menjadi sumber kenyamanan bagi Freya di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Diandra menatap Freya dengan sorot mata lembut, penuh kasih dan rasa bersalah. Dengan suara pelan dan hati-hati, ia bertanya bagaimana perasaan Freya sebenarnya. Diandra mencoba menjelaskan bahwa jika suatu hari ia menikah, Freya mungkin bisa memiliki sosok ayah yang akan menjaga dan melindunginya. Mendengar itu, Freya tidak langsung menjawab. Ia hanya menunduk, menatap boneka di pangkuannya, seolah sedang memikirkan sesuatu yang terlalu berat untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Advertisement
Di tempat lain, Dimitri masih berada bersama Adam dan Laras. Suasana di antara mereka dipenuhi kekesalan dan ketegangan. Mereka membicarakan keputusan Jupiter yang tetap bersikeras ingin menikah dengan Diandra, meskipun banyak hal yang belum selesai. Dimitri terlihat paling emosional. Ia dengan tegas menyatakan niatnya untuk menggagalkan pernikahan tersebut, apa pun risikonya. Sikap Dimitri membuat Adam curiga. Ia pun mengingatkan Dimitri, menanyakan apakah semua ini terjadi karena Dimitri sebenarnya masih menyimpan perasaan terhadap Diandra.
Sementara itu, Jordan akhirnya bertemu dengan Diandra. Pertemuan itu dipenuhi kecanggungan dan perasaan yang belum terselesaikan. Jordan secara jujur menanyakan rencana pernikahan Diandra dengan Jupiter. Ia ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi dan mencari tahu apakah masih ada cara untuk menghentikan pernikahan tersebut. Jordan ingin tahu apa yang bisa ia lakukan agar Diandra mengurungkan niatnya, sebelum semuanya terlambat.