Jejak Jeffrey Epstein di Kripto: Investasi di Coinbase hingga Blockstream

Dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman terungkap aktivitas Jeffrey Epstein terkait investasi di kripto dan pertemuan dengan tokoh kripto.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Februari 2026, 11:37 WIB
Penelusuran melalui kumpulan berkas terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein menghasilkan ribuan hasil yang berkaitan dengan kripto dan bitcoin. (Dok. AP)

Liputan6.com, Jakarta - Penelusuran melalui kumpulan berkas terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein menghasilkan ribuan hasil yang berkaitan dengan kripto dan bitcoin. Hal yang menjadi sorotan keterlibatan awal Epstein dan proyek serta protokol kripto yang terkenal.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (8/2/2026), Decrypt telah menyoroti sejumlah kisah terbesar yang muncul dari jutaan berkas yang dirilis pekan lalu oleh Departemen Kehakiman AS, termasuk bagaimana Epstein berinvestasi di Coinbase dan perusahaan blockchain Blockstream. Ia juga memiliki hubungan sangat dekat dengan salah satu pendiri Tether, Brock Pierce.

Namun, masih banyak lagi yang terungkap dalam berkas-berkas tersebut, termasuk referensi kepada pemain kripto utama seperti salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dan salah satu pendiri sekaligus Chairman Strategy, Michael Saylor. Berikut adalah beberapa penyebutan kripto yang paling mengejutkan dari kedua kumpulan berkas Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman.

Investasi Coinbase

Berdasarkan email terbaru, Jeffrey Epstein adalah investor awal di bursa kripto Coinbase yang terdaftar di bursa saham. Pelaku kejahatan seksual yang dihukum tersebut menginvestasikan USD 3 juta atau Rp 50,56 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) pada 2014 dan diperkenalkan pada peluang tersebut oleh salah satu pendiri Tether, Brock Pierce, dan perusahaan investasinya, Blockchain Capital.

Namun, Blockchain mengatakan kepada Decrypt Epstein pada akhirnya berinvestasi secara independen, bukan melalui perusahaan tersebut.

Berdasarkan email-email tersebut, jelas salah satu pendiri Coinbase, Fred Ehrsam, secara pribadi mengetahui investasi tersebut, yang dilakukan bertahun-tahun setelah Epstein dihukum. Investasi tersebut dilakukan ketika Coinbase bernilai sekitar USD 400 juta; perusahaan yang terdaftar di bursa saham tersebut sekarang bernilai USD 44 miliar.

Pada 2018, Epstein menjual sekitar setengah dari investasinya kembali ke Blockchain Capital, menurut email-email tersebut.

Bitcoin, Pajak Kripto

Epstein mencari klarifikasi tentang regulasi dan pajak Bitcoin sejak 2018, menurut email-email dari kumpulan berkas pertama yang dirilis oleh Departemen Kehakiman.

Dalam percakapan dengan mantan ahli strategi Trump, Steve Bannon, Epstein menyarankan agar Departemen Keuangan membuat formulir pengungkapan sukarela untuk keuntungan kripto dalam upaya untuk "menghukum semua orang jahat."

Kemudian pada tahun yang sama, Epstein mencatat kripto harus dianggap serupa dengan internet, dan ditangani dengan "pemahaman terkoordinasi" dan perjanjian internasional.

 

Brock Pierce dan Epstein

Foto tanpa tanggal yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan sosok Jeffrey Epstein. (Dok. Kementerian Kehakiman AS/AP)

Pendiri Tether, Brock Pierce, berkomunikasi dengan Epstein beberapa kali tentang kripto dan wanita, dengan semua korespondensi terjadi setelah Epstein dihukum pada 2008, menurut kumpulan berkas terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman.

Pada suatu waktu, Pierce mengatakan kepada Epstein bahwa "dia bersenang-senang dengan para wanita," dan Epstein juga menginstruksikan pengusaha kripto itu untuk "mencari hadiah untuknya" ketika dia bepergian ke luar negeri.

Epstein berkomunikasi dengan kedua belah pihak tentang dugaan hubungan yang dimiliki Pierce dengan seseorang yang disebut Epstein sebagai "asistennya." Orang tersebut diduga menolak lamaran pernikahan dari Pierce.

Berkas-berkas juga mengungkap pertemuan di rumah mewah Epstein di Manhattan antara salah satu pendiri Tether, Brock Pierce, dan mantan Presiden Harvard, Larry Summers.

Keduanya tampaknya menggunakan kediaman pengusaha itu untuk mengobrol tentang Bitcoin. Summers melihat "peluang," tetapi khawatir tentang potensi kerusakan reputasi yang dapat ditimbulkan oleh kerugian Bitcoin.

Investasi Blockstream

Epstein adalah investor di perusahaan infrastruktur Bitcoin Blockstream, menurut email yang baru terungkap dan konfirmasi dari pengembang Bitcoin awal dan salah satu pendiri Blockstream, Adam Back.

“Blockstream bertemu dengan Jeffrey Epstein, yang pada saat itu digambarkan sebagai mitra terbatas di dana [Joi] Ito,” tulis Back.

“Dana itu kemudian menginvestasikan saham minoritas di Blockstream.”

Bitcoiner veteran dan rekan pendirinya di Blockstream, Austin Hill, juga diundang ke pulau Epstein pada 2014, menurut berkas-berkas yang baru terungkap dari Departemen Kehakiman AS. Namun, apakah perjalanan itu benar-benar terjadi atau tidak, tidak jelas dari email-email tersebut, dan Back tidak menanggapi permintaan komentar dari Decrypt.

Dalam konfirmasinya tentang investasi Epstein, salah satu pendiri Blockstream menambahkan perusahaan tersebut “tidak memiliki hubungan keuangan langsung maupun tidak langsung dengan Jeffrey Epstein, atau harta warisannya” saat ini.

Seorang pengembang inti Bitcoin dan mantan kontributor Blockstream mendesak Back untuk mengundurkan diri minggu ini setelah berkas-berkas baru dirilis.

Epstein dan Thiel Membahas Narasi Bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Sebuah email 2014 dari Jeffrey Epstein kepada investor teknologi terkenal Peter Thiel mempertanyakan narasi Bitcoin.

“Ada sedikit kesepakatan tentang apa itu Bitcoin,” tulis Epstein. “Penyimpanan atau nilai intrinsik, (jika ada) mata uang, properti, arsitektur, sistem pembayaran,”

Balasan tersebut menyusul pertanyaan dari Thiel tentang meningkatnya “tekanan anti-BTC” yang mungkin tumbuh di dalam pemerintahan AS.

Pada saat itu, Bitcoin diperdagangkan sekitar USD 691 per koin. Sejak itu, harganya melonjak drastis, baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 70.000 setelah mencapai puncaknya di atas USD 126.000 pada Oktober 2025.

Michael Saylor Dikecam

Michael Saylor, pendukung Bitcoin dan Chairman Strategy, disebut sebagai "orang aneh" oleh humas Epstein, Peggy Siegal, dalam sebuah email kepada terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut pada 2010.

“Dia tidak punya kepribadian. Seperti zombie yang sedang sakau,” tulis Siegal tentang Saylor.

“Saya mengajaknya jalan-jalan dan dia sangat aneh sehingga saya pun lari darinya.”

Menurut email tersebut, Saylor memberikan USD 25.000 untuk sebuah acara gala musim semi demi "kesempatan untuk mencantumkan namanya di undangan dan bertemu dengan kelompok yang gaul."

Email tersebut dikirim lebih dari satu dekade sebelum perusahaan perangkat lunak Saylor melakukan pembelian BTC pertamanya, dengan perusahaan tersebut mengumpulkan aset senilai hampir usd 50 miliar dan menginspirasi gelombang pengikut untuk mengadopsi model perbendaharaan kripto.

 

 

Etika yang Meragukan

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Meskipun ia dihukum pada 2008 karena menyediakan anak untuk prostitusi dan meminta jasa pelacur, satu dekade kemudian, Epstein masih khawatir tentang etika pendanaan proyek di ruang kripto.

“Saya sangat senang mendanai berbagai hal, tetapi karena saya tokoh terkenal, hal itu tidak boleh menimbulkan masalah etika,” tulis Epstein dalam sebuah email kepada peneliti Bitcoin Jeremy Rubin.

Jeremy membalas dengan mengatakan kepada Epstein bahwa ada “area abu-abu antara memompa harga dan mengembangkan aset kripto.”

“Tujuan mereka adalah untuk memompa harga mata uang kripto,” kata Epstein tentang para investor di bidang ini.

“Ini berbahaya.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya