IHSG Hari Ini 5 Februari 2026 Melesat, Saham UNVR hingga DEWA Menghijau

Sebagian sektor saham menghijau sehingga mengangkat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Kamis, (5/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Februari 2026, 10:10 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan saham Kamis, (5/2/2026).(AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan saham Kamis, (5/2/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan bursa saham Asia Pasifik melemah. Selain itu, saham UNVR dan DEWA kompak menguat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik tipis 7,89 poin ke posisi 8.154,60. Pada pukul 09.45 WIB, IHSG bertambah 0,32% ke posisi 8.172.Indeks saham LQ45 naik 0,49% ke posisi 836. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.214,46 dan level terendah di psosi 8.140,29. Sebanyak 376 saham menguat sehingga angkat IHSG. 203 saham melemah dan 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 751.283 kali dengan volume perdagangan 10,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,5 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Seriakt terhadap rupiah di kisaran Rp 16.802. Sebagian besar sektor saham menghijau.

Sektor saham energi naik 1,19%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 1,2%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,40%. Lalu sektor saham kesehatan menanjak 0,02%, sektor saham keuangan bertambah 0,83%, sektor saham properti naik 0,02%. Selain itu, sektor saham teknologi menanjak 0,29% dan sektor saham transportasi bertambah 0,17%.

Sementara itu, sektor saham basic melemah 1,12%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri terpangkas 0,60%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,02% dan sektor saham infrastruktur melemah 0,22%.

Pada awal sesi perdagangan, harga saham DEWA menanjak 1,98% ke posisi Rp 515 per saham. Saham DEWA dibuka stagnan di posisi Rp 505 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 525 dan level terendah Rp 408 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.915 kali dengan volume perdagangan saham 1.957.108 saham. Nilai transaksi Rp 100,3 miliar.

Gerak Saham

Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.950 triliun dengan frekuensi sebanyak 4.931.760 kali. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Harga saham COIN bertambah 7,89% ke posisi Rp 2.120 per saham. Saham COIN dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.970 per saham. Harga saham COIN berada di level tertinggi Rp 2.240 dan terendah Rp 1.970 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.749 kali dengan volume perdagangan saham 221.312 saham. Nilai transaksi Rp 47,1 miliar.

Harga saham UNVR melesat 4,39% ke posisi Rp 2.150 per saham. Saham UNVR dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.060 per saham. Harga saham UNVR berada di level tertinggi Rp 2.160 dan level terendah Rp 2.040 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.596 kali dengan volume perdagangan saham 198.753 saham. Nilai transaksi Rp 42,2 miliar.

Harga saham VKTR naik 8,23% ke posisi Rp 855 per saham. Saham VKTR dibuka naik 30 poin ke posisi Rp 820 per saham. Harga saham VKTR berada di level tertinggi Rp 935 dan level terendah Rp 805 per saham. Total frekuensi perdagangan 23.127 kali dengan volume perdagangan saham 1.913.944 saham. Nilai transaksi Rp 166,8 miliar.

Top Gainers-Losers

Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain:

  • Saham KOCI melesat 29,22%
  • Saham CTTH melesat 18,39%
  • Saham NZIA melesat 14,95%
  • Saham FITT melesat 14,95%
  • Saham IKAN melesat 14,85%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham PIPA merosot 14,92%
  • Saham SMIL merosot 14,86%
  • Saham PADI merosot 14,53%
  • Saham RMKO merosot 14,50%
  • Saham LMPI merosot 13,91%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 441 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 418,2 miliar
  • Saham PTRO senilai Rp 338,2 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 314 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 233,9 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MINA tercatat 41.058 kali
  • Saham BUMI tercatat 41.089 kali
  • Saham VKTR tercatat 24.427 kali
  • Saham BIPI tercatat 23.259 kali
  • Saham ANTM tercatat 200.788 kali

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata mengingatkan pelaku pasar untuk wait and see saat ini. “Bila perlu hanya trading pada saham-saham fundamental bagus tanpa isu free float. Diutamakan yang punya sentimen positif earnings seasons,” kata dia.

Ia menuturkan, IHSG berada di level resistance 8.195-8.285 dan level support 8.080-8.000.

Untuk rekomendasi sahamnya, Liza memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Trading Idea

BMRI

Entry Buy      : 4.830 – 5.000

Target Price  : 5.200 – 5.400

Support         : 4.750 – 4.830

Cut loss : 4.730

 

BTPS

Entry Buy      : 1.225 – 1.270

Target Price  : 1.325 – 1.375

Support         : 1.205 – 1.225

Cut loss : 1.195

 

JSMR

Entry Buy      : 3.660 – 3.790

Target Price  : 3.950 – 4.100

Support         : 3.600 – 3.660

Cut loss : 3.580

 

TINS

Entry Buy      : 3.190 – 3.300

Target Price  : 3.440 – 3.570

Support         : 3.130 – 3.190

Cut loss : 3.110

 

 

 Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya