Gunung Semeru Alami Dua Kali Erupsi Kamis Dini Hari 5 Februari 2026, Tinggi Letusan 1.000 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan eskalasi signifikan, Kamis dini hari (5/2/2026).

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 05 Februari 2026, 08:00 WIB
Gunung Semeru erupsi dua kali hari ini, Kamis (5/2/2026) dengan letusan capai 1.000 meter. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan eskalasi signifikan. Pada Kamis dini hari (5/2/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami dua kali erupsi beruntun dengan intensitas kegempaan yang cukup tinggi.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, rangkaian erupsi dimulai pada pukul 00.13 WIB. Kolom abu teramati membubung setinggi 1.000 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu yang condong ke arah utara.

Tak berselang lama, tepatnya pukul 00.48 WIB , terjadi erupsi susulan dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter. Aktivitas ini mempertegas alasan mengapa jalur pendakian tetap ditutup total sejak awal tahun 2026 demi keselamatan nyawa para pendaki.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, instrumen seismogram di Pos Gunung Sawur mencatat aktivitas bawah tanah yang sangat dinamis. Sebanyak 126 kali gempa terekam dengan gempa Letusan mencapai 97 kali dengan amplitudo 10-22 mm, sedangkan gempabembusanb21 kali, gempa tektonik jauh 6 kali dan harmonik dan guguran terjadi fluktuatif.

Petugas Pos PGA Semeru Liswanto mengonfirmasi bahwa kondisi ini menempatkan Semeru tetap pada zona bahaya Level III.

"Tingkat aktivitas masih berada di level Siaga," ujar Liswanto, Kamis (5/2/2026).

 

Keluarkan Instruksi Tegas

Gunung Semeru di Lumajang Jatim mengalami erupsi pada Jumat pagi (30/1/2026), pukul 05.52 WIB. (Liputan6.com/ PVMBG)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi tegas bagi warga dan wisatawan untuk mematuhi radius aman guna menghindari ancaman awan panas guguran (APG) dan lontaran batu pijar

Untuk di sektor tenggara, larangan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Selain itu perlu diwaspadai perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km di sepanjang aliran Besuk Kobokan (steril 500 meter dari tepi sungai).

"Larangan total aktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif karena risiko lontaran material vulkanik," ucap Liswanto.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi sekunder berupa lahar dingin, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah puncak," tandas dia.

Infografis Riwayat Letusan Gunung Semeru. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya