Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait polemik materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. Dalam penampilannya, Pandji menyinggung nama Wapres Gibran sebagai salah satu materi yang disampaikan dan mengundang kontroversi.
Wapres Gibran mengaku akan selalu mendukung anak muda Indonesia, termasuk komika Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyampaikan masukan.
Advertisement
"Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk Saudara Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa," kata Gibran dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Gibran menegaskan Indonesia adalah negara demokratis yang memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berpendapat dan berekspresi.
Dalam pandangannya, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan tetap menghormati norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama yang hidup di masyarakat.
"Sesuai dengan penghormatan terhadap norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama," ucap Wapres Gibran.
Polisi Akan Periksa Pandji
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menjadwalkan untuk memanggil komika atau pelawak tunggal Pandji Pragiwaksono pada Jumat (6/2) terkait sejumlah laporan yang ditujukan kepadanya.
"Saudara PP diminta untuk hadir klarifikasi pada Jumat (6/2) pukul 10.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/2).
Panggilan tersebut, lanjut dia, merupakan tindak lanjut atas lima laporan polisi yang ada dan berharap yang bersangkutan bisa hadir dan klarifikasi sehingga semua bisa terjawab.
Polda Metro Jaya telah memeriksa 10 orang saksi dalam kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan komika Pandji Pragiwaksono.
Pandji: Saya Tidak Akan Menghindar
Komika Pandji Pragiwaksono berjanji bakal menghadiri pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus materi stand up comedy Mens Rea. Pemeriksaannya dijadwalkan pada Jumat 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Pandji berjanji kooperatif dan menjalani semua prosesnya.
"Saya tidak akan menghindar saya tidak akan menghindari panggilan. Ketika diminta untuk hadir, saya akan hadir. Itulah alasan saya datang ke sini. Sisanya ikuti prosesnya saja, apapun yang terjadi diujung saya percaya itu untuk kebaikan, Insya Allah,” ucap Pandji saat mengunjungi Kantor MUI Pusat di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Pandji mengaku tidak ada niat jahat untuk menyampaikan materi dalam stand up comedy bertajuk Mens Rea. Dia menegaskan, penampilannya di atas panggung hanya untuk menghibur dan membuat orang tertawa. Pandji juga mengaku tidak takut untuk menghadapi laporan-laporan kepada dirinya atas materi tersebut.
Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono Haris Azhar menambahkan, materi dalam stand up comedy tidak bisa dikenakan delik pidana. Sebab, tidak mengandung muatan pidana. Menurutnya, yang dilakukan Pandji justru membuat banyak orang tertawa melalui materinya.
“Begini kalau dari sisi hukum yang saya yakini, yang saya pelajari, yang saya suka belain orang. Ekspresi itu dia dipidana jika dia melakukan campaign kekerasan atau mengajak melakukan kekerasan, atau mengajak suatu praktek yang masuk dalam satu tindak pidana dalam pasal-pasal lain,” jelasnya.
“Yang terjadi sama panji alhamdulillah ketawa semua,” sambungnya.