Liputan6.com, Jakarta - Toyota Veloz Hybrid mendapat sambutan positif dari pasar otomotif nasional. Sejak pertama kali meluncur di ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mobil hybrid ini telah menembus ribuan unit.
Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, menyebut pre-booking Toyota Veloz Hybrid sudah mencapai sekitar 4.000 unit hingga akhir Desember 2025.
Advertisement
“Pre-book Toyota Veloz Hybrid sekitar 4.000 unit hingga Desember 2025 lalu. Tentu ini merupakan hasil dan sambutan yang bagus dari masyarakat,” kata Henry saat Media Gathering di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Tingginya minat konsumen terhadap Toyota Veloz Hybrid tidak terlepas dari harga yang dinilai terjangkau di kelasnya. Mobil hybrid ini ditawarkan mulai Rp 299 jutaan untuk varian V HEV, sementara varian tertinggi Q HEV TSS Modellista dipasarkan dengan banderol Rp 390 jutaan.
Jaringan dealer resmi Toyota terbesar di Indonesia, Auto2000, mengungkapkan telah mengamankan sekitar setengah dari total SPK Toyota Veloz Hybrid yang dibukukan secara nasional.
“Sampai akhir Januari kemarin SPK yang masuk sekitar 2.000-an. Wilayah penyebaran masih banyak dari Jakarta dan Surabaya,” ujar CEO Auto2000, Anton Jimmi Suwandy.
Anton menilai, potensi pemesanan Toyota Veloz Hybrid sebenarnya bisa lebih besar. Namun, sebagian calon konsumen masih menunggu kesempatan untuk melakukan test drive sebelum mengambil keputusan pembelian.
“Masih banyak yang penasaran, mereka mau coba dulu. Dalam waktu dekat unit test mulai masuk dealer. Terkait pengiriman, kami menunggu instruksi dari TAM,” jelasnya.
Dengan hadirnya unit test drive di jaringan Auto2000, Anton optimistis penjualan Toyota Veloz Hybrid akan semakin meningkat.
Harga Toyota bZ4X Turun, Konsumen Masih Belum Banyak yang Tahu
Selain Veloz Hybrid, Auto2000 juga mencatat adanya pemesanan untuk mobil listrik Toyota bZ4X. Namun, jumlah SPK yang masuk masih terbatas karena suplai unit belum sepenuhnya tersedia.
“Untuk bZ4X juga lagi tunggu suplai. Sudah ada beberapa SPK, tapi tidak sampai ratusan,” ungkap Anton.
Meski demikian, ia memastikan distribusi Toyota bZ4X akan segera berjalan dalam waktu dekat. Apalagi, SUV listrik tersebut kini telah diproduksi secara lokal di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
“Yang pasti, tahun ini sudah mulai suplai. Semester pertama ini lah suplai,” imbuhnya.
Anton juga menyoroti penerimaan pasar Toyota bZ4X yang masih tergolong lambat. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah masih rendahnya kesadaran konsumen bahwa bZ4X kini ditawarkan dengan harga lebih terjangkau berkat produksi lokal.
“Masih banyak konsumen yang belum aware sepenuhnya bahwa bZ4X sekarang sudah local production. Itu tugas kami para dealer untuk mengajak konsumen test drive dan mengkomunikasikan kembali,” kata Anton.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat masih beranggapan harga Toyota bZ4X berada di atas Rp 1 miliar, seperti saat pertama kali diluncurkan di Indonesia.
Sebagai informasi, Toyota bZ4X rakitan lokal saat ini dipasarkan dengan harga Rp 799 juta on the road Jakarta, jauh lebih rendah dibandingkan harga awalnya yang mencapai Rp 1,1 miliar.